*_Third_*

352 49 47
                                    

"Hai lagi, [Y/N]."

"K-kau..."

  Kedua pihak terdiam. Atmosfer disekitar membuat tertekan. Bulir keringat mulai mengalir dari pelipis [Y/N]. Jantung [Y/N] berdegup sangat kencang. [Y/N] serasa terpaku karena tatapan mengerikan Ben.

"Jadi, mungkin sekarang kamu tahu namaku." Ucap Ben memecah keheningan

"Ben Drowned?" Tanya  [Y/N] ragu

"Iya. Ben saja. Dan aku penasaran tentang suatu hal. Apakah kamu sungguh sungguh seorang pembunuh?" Tanya Ben dengan tatapan mengintimidasi

"Iya! Emang kenapa?" Kata [Y/N] kaku

"Ikut aku!" Ajak Ben

"Huh? Tidak mau! Enak saja aku mengikuti orang asing." Tolak [Y/N]

"Okey. Jadi begini. Kau tau namaku, dan aku tau namamu. Jadi aku bukan lagi orang asing untukmu. Dan jika kau ikut aku aku akan memberikanmu apapun! Jika kau menolak kau akan menerima akibatnya." Ancam Ben

"Sungguh? Apapun?" Tanya  [Y/N]

"Iya. Tetapi jika kau menolak,"  Ben menunjuk [Y/N] lalu berkata
"Kau akan mati."

-

[Y/N] POV

Ya ampun. Apa lagi yang mau dilakukan kurcaci ini? Ia memegang lenganku dan menarikku kesuatu tempat. Apakah ini? Taman?

"Disana." Tunjuk Ben

  Aku melirik bangku taman yang diduduki Bertha dan seorang lelaki jangkung. Sungguh? Malam malam pacaran di taman?

"Hey bocah hijau, aku sangat lelah karena bekerja. Inipun sudah sangat larut. Aku perlu istirahat. Dan, apa maksudmu membawaku kesini? Hanya untuk mengintip dua orang pacaran?" Omel ku

"Kau lelah? Okey, Kau boleh tidur. Tetapi besok, aku akan datang lagi dan menyaksikan kau membunuh pria tinggi itu." Ucap Ben

"Apa kau gila? Dia adalah kekasih sahabatku! Tak mungkin aku melakukannya!" Tolakku

"Huh? Pembunuh memiliki perasaan?"

"Aku masih normal, bego! Aku bukan psikopat seperti mu!"

"Aku bukan psiko, ogeb! Jeff yang psiko!"

"Ha?"

"Lupakan."

"Muka rata itu kenapa sekarang menyuruhku membunuh mereka dengan cara ini? Aku tak suka! Pasti alasannya 'semua sibuk dengan misinya masing masing' aku benci alasan itu. Dia memberi misi yang aneh, bahkan aku tak tau alasannya! Enakan main game dikamar. Liburan kok disuruh mulu." Gerutu Ben panjang lebar

"Idih cerewet amat sih." Cetusku

"Nah! Ben, antarkan aku pulang sekarang!" Perintahku.

  Aku terkejut. Ben tiba tiba memelukku. Wajahku memanas. Aku memejamkan mataku.

"Hey. Buka matamu." Perintah Ben

  Aku membuka kedua mataku. Aku ada dikamarku!

"Apa yang-"

  Ben tersenyum sembari berjalan ke komputerku.

"Sampai jumpa, [Y/N]." Ucap Ben lalu melompat masuk kedalam komputerku.

Hari ini, Sangat aneh. Aku membanting tubuhku ke kasurku dan memejamkan mata.

"Aku merasa pipiku masih panas."

--

"Hoaamm..." Aku merentangkan tanganku sembari menguap. Hari ini hari minggu. Jadi mungkin aku dapat sedikit beristirahat.

"Sudah bangun?"

  Aku terkejut. Aku menoleh dan mendapati Ben duduk disamping kasurku.

"Hey! Apa yang kau lakukan?!" Bentakku

"Ayo berangkat. Mari kerumah pria itu dan membunuhnya." Kata Ben sembari menarik lenganku.

"Kau tau? Aku tak akan membunuhnya! Dia adalah kekasih sahabatku! Jika aku membunuhnya, dia akan sakit hati."

"Siapa sahabatmu?" Tanya Ben padaku

"B-bertha." Jawabku sembari menunduk

"Aku dengar bahwa mereka baru saja putus. Kemarin." Ucap Ben.

  Aku kaget. Aku meraih HP ku di meja dan membuka chat

--------------------------------

Berthanjing💕😂                                             📽          📞

Ber

Ber

Ha, kenapa?

Kamu habis putus ama pacarmu?

Iya.

Makannya moodku jelek

-------------------------------

  Aku tersentak. Aku merasa tak ada alasan untuk tidak membunuh lelaki itu.

"Jadi, ada alasan lagi?"

-CONTINUED-

| Sins: Lie | BEN Drowned x reader ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang