"Jadi, ada alasan lagi?"
Skakmat. [Y/N] menatap Ben ketakutan. Ia rasa dirinya telah berada di ujung tanduk. Tak lagi ada alasan yang dapat ia gunakan untuk melindunginya. [Y/N] mendesah kasar. Lalu ia kembali menatap kedua manik Ben dan berkata,
"Aku tak akan membunuhnya. Jika kau mau membunuhnya, bunuh saja sendiri." Ucap [Y/N].
"Lalu, aku akan membunuhmu." Ucap Ben
"A-aku berbohong." Kata [Y/N]
"Huh?"
"Aku berbohong. Aku bukan seorang pembunuh. Aku berbohong padamu karena aku mau hidup." Ucap [Y/N] dengan ketakutan
"Apakah dengan berbohong kau dapat lega?"
Ben memegang dagu [Y/N] dan menatapnya intens. [Y/N] memejamkan kedua matanya dan bersiap untuk mati.
Cup.
"Apa tadi barusan?!" [Y/N] membulatkan kedua matanya
Ia melihat Ben dengan wajah merah merona. Ternyata, ia barusan dapat sebuah ciuman sekilas dari Ben. Wajah [Y/N] pun tak kalah merah.
"A-apa y-yang ka-"
"Maafkan aku [Y/N]. Aku juga berbohong."
"Maksudmu?"
"Sebenarnya aku sudah mengikutimu sejak lama dan aku sudah mengenalmu sejak lama. Kejadian di panti jompo itu sengaja kulakulan agar aku dapat bertemu denganmu. Tetapi kau berbohong sehingga aku harus menyusun rencana baru, sehingga aku tetap bisa bertemu denganmu. Dan, semua misi bunuh bunuhan yang aku bilang aku diberi misi oleh Slendy, itu semua bohong. Itu hanya bagian dari rencanaku untuk mendekati dirimu. Dan kurasa, aku mencintaimu." Jelas Ben sambil tertunduk
"K-kau membunuh mereka semua, hanya untuk mendekatiku?" Tanya [Y/N] tak percaya
"Iya." Ben semakin menunduk
"Kau gila, Ben!" Bentak [Y/N]
"Aku memang gila. Sangat gila! Itu semua karnamu, [Y/N]." Kata Ben sembari mengangkat kembali wajahnya
"Jangan pernah sebut lagi namaku dengan mulutmu itu! Keluar dari kamarku!" Bentak [Y/N]
Ben mengangguk pelan. Ia mulai masuk perlahan kedalam layar komputer [Y/N] dan menghilang. Tak ada lagi tanda-tanda dari seorang Ben Drowned. [Y/N] mendesah lega. Ia menidurkan lagi tubuhnya dan mengacak-acak rambut [H/C]nya sembari mencerna kembali apa yang barusan terjadi.
--
Brugh...Ben membanting badannya ke kasur.
"Aaaaa..." Eluhnya
"Kamu kenapa sih Ben? Galau bet lu."
"Aku sepertinya ditolak. Tumben perhatian sama gue lu, Jeff."
"Hayo siapa nih cewenya~" Goda Jeff
"Bukan urusan mu! By the way, kenapa kamu ada di kamarku?" Ucap Ben sembari menatap Jeff di sofa
"Aku kangen kamu."
"Hah?!"
"Canda. Jijik iyuh. Masa gue kangen ama bocah ijo dekil kaya elu."
"GUE LAGI GALAU MALAH LU HINA!" Ben melempar bantalnya keras keras tepat mengenai wajah canti Jeff
"SAKIT TOLOL! RAHANGKU COPOT NTAR GIMANA?! TANGGUNG JAWAB POKONYA!"
"OGAH! GUE GAK NGEHAMILIN LU!"
Akhirnya terjadi perang bantal antara ras kurcaci dan ras kunti.
--
Langit mulai gelap. Sambil, menyeruput kopinya [Y/N] memainkan ponselnya. [Y/N] pun berdiri dan keluar dari kafe tersebut.
Ia berjalan melalui gang sempit dan merogoh rogoh tas kecilnya. Dia tak sadar bahwa dia sedang diikuti.
"Hey manis."
[Y/N] menoleh, dan mendapati seorang pria dengan tampilan berandalan. Badannya berotot, terdapat banyak tato di sekujur lengannya, dan menggunakan jaket kulit.
Ia mendekati [Y/N]. [Y/N]pun mundur perlahan lahan. Ia mulai berlari dengan pria itu membuntutinya.
"AKH-"
Lengan [Y/N] ditarik, dan tubuh [Y/N] dibanting di dinding. Pria itu menahan [Y/N] sembari memberi seringainya. [Y/N] ketakutan. Ia tak dapat kemana mana, dikarenakan dihimpit oleh kedua lengan berotot sang pria. [Y/N] memejamkan erat kedua matanya dan pasrah.
"AKH!" Erang pria itu.
[Y/N] membua kedua matanya, mendapati pria itu mengerang kesakitan di tanah dengan perutnya berlumuran darah. [Y/N] mendongak mendapati seseorang yang familiar.
"BEN!"
-CONTINUED-

KAMU SEDANG MEMBACA
| Sins: Lie | BEN Drowned x reader ✔
FanfictionHalo, manteman! @CP_Communities membuat project dengan tema sins! -- "Apakah dengan berbohong kau dapat lega?" -- SINS Project by @CP_Communities Character by Owner Cover by @Cutie13R