Chapter 5

2.5K 156 11
                                        

"Damn! Kita terkepung." Jungkook meruntuk.

Jurang curam pinggir laut dengan batuan karang tajam menanti di hadapan. Disisi lain, pasukan The Dark Angel ada di depan. Gerombolan pria kekar berwajah sangar tersebut terlihat puas karena para agen dalam kondisi benar-benar terpojok.

"Well, mau kabur kemana lagi kalian?" Dari belakang pasukan The Dark Angel, Jason---si penghianat---muncul disertai seringai penuh ejekan.

"Dasar bedebah!" Taehyung berteriak murka. Meski tengah terluka, tubuhnya secara spontan bergerak maju. Hendak menyerang Jason.

Jungkook segera menahan sang kekasih karena puluhan senjata api tengah teracung kepada mereka.

"Kenapa harus menahannya, Jungkook Sayang? Biarkan saja. Kekasihmu itu rupanya sudah tidak sabar pergi ke neraka."

Jungkook menggertakkan gigi. Merasa jijik dengan perkataan Jason. "Brengsek!"

Jason justru terkekeh menyebalkan. "Kau semakin sexy saat mengumpat, Sayang."

"Tutup mulut kotormu itu!" Taehyung berseru emosi.

Jason menatap Taehyung mencela. Dalam batin merasa cukup puas akan kondisi rekan yang paling dibencinya tersebut. Wajah babak belur serta tubuh bersimbah darah.

"Aku terkadang heran padamu, Taehyung-ssi. Dalam beberapa misi terakhir aku sengaja menempatkanmu dalam paling membahayakan. Tapi kau selalu saja selamat." Jason berpura-pura memasang tampang kecewa.

"Jadi inikah alasanmu menjebak seluruh agen? Dendam pribadi, huh?" Jimin tiba-tiba menyahut datar.

Jason langsung tertawa mendengar ucapan Jimin. Pria berambut pirang itu memandang Jimin dingin.
"Dendam pribadi? Hmm, mungkin ya. Mungkin juga tidak. Kuakui, Jungkook memang menggiurkan. Membuatku ingin membunuh Kim Taehyung agar Jungkook bisa jatuh ketanganku," Jason melirik Taehyung sinis, "Tapi tawaran The Dark Angel lebih menggoda. Kekuasaan dan kekuatan yang mereka beri sungguh tak terbatas."

Sementara itu, Jungkook melihat Jimin mengerling sekilas padanya. Memberi isyarat. Dan disadarinya bahwa ini hanyalah siasat. Jimin ingin Jungkook mengalihkan perhatian Jason. Jimin tahu, Jason selama ini memang selalu menaruh minat lebih pada Jungkook.

Disisi lain, Yoongi terlihat menelusupkan tangan pada saku celananya. Jungkook baru ingat, kekasih Jimin tersebut menyimpan sebuah granat disana; hasil rampasan ketika melawan pasukan The Dark Angel tadi. Max, George, dan Sehun---agen tersisa---tampak mulai menyiapkan senjata.

Jungkook meringis. Agak pesimis. Apakah mereka mampu mengalahkan pasukan The Dark Angel yang bersenjata lengkap dan berjumlah puluhan? Sedangkan timnya cuma memiliki 7 orang anggota. Naasnya, beberapa dari mereka terlanjur terluka parah.

Taehyung tertembak di paha dan perut tertusuk; Jimin berwajah babak belur; Yoongi tertusuk di punggung; Max memiliki luka tembak di betis; Sehun dengan kepala berdarah-darah---seperti terhantam benda keras; George terlihat paling baik-baik saja---hanya sudut bibir yang sobek; sementara lengan Jungkook sendiri sepertinya memang patah. Bukankah cukup buruk?

"Menjijikan."

"Perkatanmu menyakiti hatiku, Sayang."  Jason mengalihkan atensi pada Jungkook.

Jungkook ingin muntah mendengar panggilan sayang dari mulut busuk itu. Tapi, ia segera memasang raut tenang.
"Oh, benarkah?"

"Kau tahu, Jungkook. Aku tak bisa membiarkanmu terbunuh sia-sia." Jason memandang Jungkook intens.

"Lalu?"

Jason berlagak berpikir, kemudian tersenyum memuakkan. "Jadilah jalangku, maka kau akan selamat"

"Kau!" Jungkook berseru tak terima. Menunjuk Jason dengan wajah memerah. Begitu geram.

Danger! (Taekook/Vkook) COMPLETEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang