Pt.7 🍐

48 6 2
                                    

"Smile when you fell you can't,
it doesnt means to you ,but

everybody will think you fine, and
it makes you hapier"

■■■

Xander baru teringat saat ia pulang kerumah, tujuannya kan mau nanya ke Sera maksud kata kata yang ia ucapkan di sekolah, kok malah jadi curcol di taman gitu kan ya

For your information, mereka tadi juga sudah bertukar id line, nomor dan instagram, jadi bisa lebih deket gitu loh hehehe

Daripada pusing, Xander memilih untuk tidur saja, berharap semoga besok pagi lebih baik dari hari ini

■■■

Keesokan harinya, ia bangun seperti biasanya, tak lupa mandi dan memakai baju seragamnya, saat ia merasa sudah siap, ia pun membuka pintu kamarnya

Namun, ia merasa ada suatu bau yang tak asing

Darah?

Tiba - tiba satu nama terlintas di benaknya

Dengan cepat, ia mendobrak pintu didepannya, dan terciumlah bau yang sudah ia duga

"BELLA!"

Ia tak hanya menemukan darah, ia juga melihat adiknya yang sangat ia sayang terududuk di samping ranjang, tak lupa dengan pisau yang sudah menancap di perutnya, tak lupa tangan yang sudah tersayat sayat hingga mengeluarkan banyak sekali darah

Dengan cepat, Xander lari menghampiri adiknya dengan wajah yang begitu panik tak lupa denga pikiran dan hati yang sudah entah kemana

"MAMA! PAPA!"

Ucapnya dengan terus memeluk adiknya, persetan dengan baju yang warnanya sudah bukan putih lagi melainkan merah

Mama papanya lari dengan tergesa - gesa, namun saat sudah sampain depan pintu adiknya, mamanya langsung menangis histeris sambil terus memanggil nama anaknya yang sudah tiada

Jangan tanyakan papanya, kalian tau kan kalau laki laki udah nangis berarti apa? Dan itu terasa pada papanya

Mamanya langsung mengambil alih Bella dari pelukan Xander

"BELLA ! KAMU KENAPA JADI GINI NAK?! KAMU JANJI SAMA MAMA PAPA BUET JADI DESIGNER, TAPI KENAPA NASIB KAMU JADI GINI !"
Ucap mamanya histeris sambil terus memukul mukul dadanya, merasa sesak, sangat.

Xander langsung menelpon Ethan, memberi tau bahwa hari ini ia tak masuk, saat Ethan menanyakan ada apa, Xander menjelaskan apa yang sedang terjadi saat ini di rumahnya, tepatnya kamad adiknya

Papanya juga sudah menelpon ambulans, tapi papanya tetap tak kuasa menahan amarahnya, karna merasa gagal jadi ayah yang baik dan tidak bisa menjaga anak putri satu satunya, mungkin.

■■■

Ethan yang mendengar kabar berita tersebut, langsung keluar kelas dan saat buka pintu kelas, terdapat Sera yang baru ingin masuk kelas

"Minggir ih gece"
Kata Ethan

"Bah emang napa? Jalan bukan punya lu doank kali" -Sera

"Awas kek elah urgent nih!"

Sera yang merasa bosen padahal baru sampai sekolah mengeluarkan ide yang sangat cemerlang

"Eh ikut dong" -Sera

Karna Ethan sudah tidak dapat berpikir jernih lagi, akhirnya ia hanya mengiyakan saja

■■■

Saat sampai di mobil, ia langsung mengendarainya dengan kecepatan penuh, ia radi juga sudah ijin pada guru piket

"Emang ada apaan si?"

"Adeknya Xander"

"Loh Xander yang tetangga gue itu?"

"Loh lu tetanggaan ama si bocah satu itu?"

"Lah emang lu ga tau?"

"Kagak"
Dasar.

■■■

Hola!
Sorry updatenya lama huhuhu
Lagi ganiat tulis soalnya hhh
Harap tinggalkan jejak
See and Love ya !🧡

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 19, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SERENDIPITYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang