part. 9

38 3 0
                                    

√ suga

Sejak tadi aku menghubungi jennie. Tapi belum diangkat-angkat, sekarang jennie mengabaikannya. Apakah mengangkat teleponku begitu mengganggunya? Tapi, tunggu... Kenapa aku jadi terlalu bersikap manja seperti ini saat dia mengabaikanku. Em.. Baiklah, mungkin sekarang aku mulai nyaman dan menerima jennie, tapi mungkin tidak lebih dari seorang sahabat begitu mengingat perjuangan jennie beberapa tahun lalu. Dia memang wanita baik, lucu, dan sedikit menggemaskan. Ya, hanya sedikit saja.

"What the fuck? Kenapa dia belum mengangkatnya. Sesibuk apa dia? Huh! Menyebalkan" umpat suga yang mulai kesal dipagi ini. Sudah 10 kali lebih menelepon jennie, tapi tak diangkat.

Tiba-tiba seseorang memecahkan kekesalannya, melihat jungkook berdiri disampingnya dengan wajah yang sangat kacau, rambutnya acak-acakan, seperti anak jalanan yang tak diurus.

"Sudah bangun kook?" tanya suga hangat.

"Seperti yang hyung lihat" ucap jungkook santai dan menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Membuat suga menarik napas dan menghembuskannya.

"Gue gak tau harus percaya lo atau tidak? Tapi sekarang otak dan hati gue seakan sedang bertengkar masalah ini. Gue tau rasanya dikhianati..." ucap suga pelan dan menggantung perkataannya lalu meminum teh hangatnya.

"Lo bukan orang yang baru kenal gue kook. Lo tau bagaimana frustasinya gue saat dikhianati orang yang dicinta. Tapi.." suga menggantungkan kata-kayanya lagi dan berhasil membuat jungkook menatap lekat ke arah suga. Ia tahu bahwa suga sangat percaya padanya, tapi ini sudah terjadi bukan?

"Hatiku berkata, lo tidak akan mengkhianati apapun dari lisa. Lo gak bakal bisa merusak apapun yang sudah menjadi milik lo. Gue tau lo kook, selama ini gue kan yang sudah lama bersama lo. Lo itu seperti adek gue sendiri. Kalaupun lo benar, jelaskan semuanya pada lisa. Dan gue tau lisa itu adalah cewek yang pengertian, dia hanya butuh penjelasan dan bukti untuk masalah ini" ucap suga panjang kali lebar, dengan tatapan mengarah kedepan melihat burung-burung beterbangan dengan begitu indah.

"Hyung.. Apakah gue begitu bodoh?" tanya jungkook lirih dan menundukkan kepalanya.

Suga menatap kearah jungkook dengan senyum manisnya dan memegang satu bahu jungkook yang kekar dengan menepuk lembut.

"Tidak.. Itu hanya kesalah pahaman saja. Gue yakin tindakan lo tidak akan seburuk cewek yang udah ninggalin gue" ucap suga mantap dan tersenyum manis.

Jungkook membalas senyuman suga dengan yang lebih manis. Jungkook tidak pernah melihat ini sejak suga terpuruk, dan jungkook melihat senyum itu kembali. Ada kenakalan dikepala jungkook.

"Apakah jennie nona sudah meluluhkan es batuku sekarang?" goda jungkook dan berhasil mendapat pukulan keras dilengan atasnya. Membuat sang pemilik empu meringgis kesakitan.

"Berhenti menggoda.. Atau lo akan mendapatkan yang lebih dari ini" kesal suga dan ia merasa pipinya sudah memerah karena malu. Seperti anak perempuan saja, ck.

"Lalukan saja. Tidak masalah, toh apa yang gue bilang juga benar kan?" goda jungkook lagi sambil menaikan satu alisnya.

Suga memutarkan bola matanya dengam malas.
"Gue tau badan lo lebih besar. Jadi sekarang lo menghina gue.. Baiklah gue akan lebih rajin berolahraga dan gym, supaya gue bisa nindas kutu nakal ini" ucap suga sambil menjitak kepala jungkook

Jungkook hanya terkekeh pelan.
"Gue bercanda hyung.. Walapun badan lo gk sebesar gue, tapi jennie nona mencintai lo. Hahahah" ucap jungkook asal.

Suga ingin menjitak kembali kepala jungkook, jungkook sudah memasang muka takut. Tapi itu diurungkan suga karena handphonenya berdering, dan melihat siapa yang meneleponnya. Suga terkejut saat yang meneleponnya..

Love Changes EverythingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang