part. 10

24 1 0
                                    

~Bangtan

Setelah selesai mengantarkan blackpink ke pesawat pribadi, jungkook beristirahat di ruang tamu, dia menyandarkan kepalanya dikursi panjang berwarna putih. Jungkook memejamkan matanya sebentar untuk menghilangkan penat yang ia rasakan saat ini.

Saat taehyung melewati ruang tamu, ia melihat jungkook sedang bersandar dikursi panjang. Saat ini mungkin taehyung tidak ingin bicara pada jungkook, karena kejadian malam itu, sehingga taehyung hanya mengabaikan jungkook yang sedang kelelahan. Langkah taehyung terhenti, karena suara lembut itu berhasil mengusik telinganya dan memaksa dirinya untuk berhenti.

"Tae hyung..." panggil Jungkook ramah.

Taehyung diam beribu kata, tidak ada sepatah katapun yang dia keluarkan. Jungkook menunduk pasrah di kursi.

"Tae hyu..." ucapan jungkook terpotong, karena suara berat itu berhasil membuat jungkook menatap kearahnya.

"Sudah gue maafkan. Bersikaplah dengan dewasa, lo bukan anak kecil" ucap taehyung penuh penekanan. Dan berlalu menaiki tangga, lalu masuk kedalam kamarnya.

Jungkook hanya melongo ditempat, dan seketika wajahnya menjadi sendu. Dia Selalu memikirkan perkataan taehyung barusan. Apakah benar dirinya masih kekanakan? Kapan jungkook yang berbadan besar ini bisa dewasa? Jungkook terus tertunduk sendu, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.

"Semua akan baik-baik saja. Asal lo tidak mengulangi kesalahan ini" suara berat itu mengagetkan Jungkook, dan berhasil membuat jungkook menoleh kearah suara. Ternyata itu Namjoon, ia sangat manis saat tersenyum seperti sekarang ini

"Gue gak akan pernah ngulangin ini lagi" ucap Jungkook pasti dan tersenyum.

"Lo tau kan, kalau taehyung sangat sayang sama lo. Jadi apapun yang terjadi sama lo, dia pasti bakal bela lo mati-matian kalau itu benar. Tapi, dia adalah orang pertama yang akan menghukum lo, kalau memang lo salah. Gue harap tidak ada perpecahan diantara kita ber-7. Kita keluarga bukan? Jadi jagalah selalu keluarga, dengan sepenuh jiwa" jelas namjoon panjang lebar.

Jungkook mengangguk lemah, dan menatap penuh penyesalan. Namjoon terus mengusap pundak kekar jungkook.

"Gue gak akan biarin masalah ini menjadi bahan pecahnya bangtan.. Gak akan!" sahut Jungkook pasti.

"Bagus.. Gue tau kok, lo bakal dewasa pada waktunya. Ya udah, gak usah mikirin itu. Lebih baik kita ketaman belakang, anak-anak disitu semua" ucap namjoon ramah lalu menarik tangan jungkook.

"Ngapain?" tanya jungkook dengan ekspresi melongo

"Bakar-bakar jagung dan daging" ucap Namjoon antusias.

"Wahhhh.... Kalean jahat amat. Masa gue gak di ajak?" ucap Jungkook

"Ini udah gue ajak bodoh. Kesel gue" ucap namjoon dengan ekspresi datarnya.

"Hahaha.. Canda. Kuy lah, nanti habis lagi" ucap jungkook sambil berlari kebelakang.

"Sar bocah" celetuk Namjoon.

Namjoon ikut berlari kebelakang. Saat jungkook sampai ditaman kebelakang, ia menemukan para hyungnya lagi asyik dengan jagung dan daging bakar, aromanya sangat menusuk penciuman, jungkook yakin yang meracik rempah-rempahnya pasti Jin hyung. Tanpa waktu lama Jungkook berlari menuju Jimin yang sedang asyik membakar daging.

Love Changes EverythingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang