Happy reading guys
••••••
Tak harus mengenal lebih lama untuk menjadi sahabat
••••••Ketika kehidupan mulai di atur dengan peraturan yang ketat. rasa kesal, tertekan dan tersiksa mulai di rasakan oleh yuki. Bagaimana tidak ketatnya pesantren membuat yuki merasa tak betah, namun mengingat orang tuanya kembali yuki mulai menguatkan hatinya lagi.
Tubuh itu terjatuh di lantai kamarnya, ia menekuk lututnya dan menyembunyikan wajahnya di lutut, sekali lagi ia menguatkan hatinya untuk bisa menjadi wanita sholehah penghuni surga.
Yuki tersentak saat ada yang memeluknya erat, gadis yang memeluknya tersenyum lembut ke arah yuki walau tak tampak karna gadis itu memakai kain yang menutup wajahnya atau sering di sebut dengan cadar. Yuki dapat mengetahuinya saat mata sang gadis menyipit, gadis itu adalah teman sekamarnya.
"kamu kenapa? "tanyanya penuh dengan kelembutan
"aku tidak apa-apa ratna"ucap yuki tersenyum
"aku tau apa yang kau rasakan, karna aku juga mengalaminya. Tapi yakinlah penjara suci tak semenakutkan yang kau kira."ucap ratna penuh perhatian
Ratna ningsih, gadis asli aceh berhidung mancung, bermata lebar dan berkulit putih adalah teman baru yuki di pesantren bahkan mungkin akan menjadi sahabat yuki selama di pesantren karna kelembutan dan kebaikan gadis itu membuat hati yuki terenyuh.
"terimakasih ratna"ucap yuki yang mulai tersenyum, setidaknya ia mulai berpikir tidak sendiri di sini
"sama-sama, oo iya kamu sebenarnya asli mana, di lihat dari wajah kamu seperti bukan orang aceh"tanya ratna
"aku orang malang, sudah sejak umurku 8 tahun aku pindah ke aceh"jawab yuki ramah
"wah kapan-kapan kalo kita libur aku mau dong ke malang"jawab ratna penuh binar di matanya
"hehehe kita atur nanti ya ratna"
Ratna mengangguk antuasias, setelah itu mereka sama-sama terdiam. Menikmati suasana hening dan udara yang begitu dingin menembus tulang
"rat.."
"yuk.."
Ucap yuki dan ratna bersamaan, setelah itu mereka tertawa bersama entah apa yang mereka tertawakan yang pasti di hati keduanya ada merasakan kelegaan yang luar biasanya, kini mereka berdua tak lagi sendiri ada teman untuk bercerita selain sang maha pencipta.
"di sini dingin ya, beda sama kota banda aceh, panas"ucap yuki lirih menikmati angin yang berhembus ke wajahnya
"kabupaten aceh tengah memang dingin apalagi kabupaten bener meriah, nanti aku ajak melihat wisata di sini mau? "tanya ratna tersenyum
"mau banget, aku belum pernah jalan-jalan di wilayah ini. Kayaknya bakalan seru deh, ngomong aja keluar asap hehehe"jawab yuki cengengesan
"nanti kalo ada kesempatan kita jalan-jalan, kamu tau kan kita tidak boleh sembarang keluar dari pesantren, bisa-bisa kita di hukum"ucap ratna ngeri
"ya, gak bisa ku bayangkan kalo aku di hukum"ngeri yuki
"mau keluar, mungkin mencari suasana baru di pesantren ini"tanya ratna
"ayo"ucap yuki berdiri, mereka saling tersenyum dan berjalan beriringan keluar kamar mereka melihat keadaan pesantren yang terlihat ramai karna di huni oleh santriwati yang cukup banyak.
Yuki dan ratna saling bercerita mengenai awal mereka akhirnya untuk masuk ke pesantren bustanul arifin ini
"aku anak pertama, ayah ku tidak memaksa ku ke sini ini kemauan diriku karna aku harus memberi contoh yang baik pada adikku, dan yang paling penting aku ingin belajar agama lebih dalam lagi"ucap ratna menjelaskan pada yuki
"kalo kamu yuki"
"abah sangat menginginkan aku masuk pesantren, aku tidak ingin membuatnya kecewa. Jadi aku menyetujuinya"ucap yuki lirih mencoba tegar dengan semua takdir yang ada
"aku yakin abahmu tau apa yang terbaik untukmu"ucap ratna bijak
Yuki tersenyum menatap teman barunya ini, sungguh gadis dengan pemikiran yang sangat dewasa, yuki nyaman berteman dengannya
"ki kamu tau ustadz kita masih muda-muda semua, aku sangat gugup untuk masuk kelas besok"jujur ratna
Yuki terbahak mendengar curahan hati ratna yang terdengar sangat gugup itu, apa yabg harus di gugupkan pikir yuki
"kamu lucu, kalo masih muda yang tinggal pandang siapa tau ke cantol"canda yuki menaik turunkan alisnya menatap mata ratna
Ratna berdecak tak suka"aku tak biasa berinteraksi dengan lelaki yang masih muda, jika orang tua aku bisa menyikapinya, aku takut dosa yuki, dan takut zina mata karna kehilafan ku memandang ustadz itu"gerutu ratna, ratna adalah gadis alim yang selalu menundukkan wajahnya jika bertemu dengan seorang lelaki baik tua maupun muda, ratna takut akan dosa. Kakinya susah gemetar jika ia tak sengaja melihat lawan jenisnya.
Yuki tersenyum, satu lagi yang membuat yuki kagum akan ratna. Gadis di sampingnya ini pandai menjaga pandangannya, yuki jadi minder, ia dulu selalu tak sungkan memandang lawan jenisnya bahkan memberikan senyuman manis pada lelaki, yuki sadar itu juga termasuk zina, yuki akan belajar dari ratna.
"kamu benar, kita gak boleh memandang lelaki yang bukan mahram kita, aku banyak belajar dari kamu"ucap yuki tersenyum
"ratna"
"iya"
"tolong ajak aku di dalam kebaikan, genggam tanganku untuk menuju surganya allah, karna aku yakin kamu adalah sahabat yang di kirimkan allah untukku"ucap yuki
"pasti, kita akan ke surga bersama nanti"ucap ratna penuh tekad terharu akan ucapan yuki padanya.
Sekarang ratna yakin yuki adalah sahabatnya yang selalu bersamanya baik suka maupun duka, sahabat yang akan selalu mengingatkan ketika ia lupa, sahabat yang saling mengingatkan tentang kebaikan dan sekarang mereka adalah sahabat yang selalu bersama untuk belajar, belajar untuk memperbaiki diri bersama. Ratna menyayangi yuki sebagai sahabat, karna ratna tau yuki adalah orang yang baik, ratna yakin itu
Hay aku kembali
Semoga suka dengan part ini
Maaf kalo mengecewakanVote and coment
Aceh Tengah, 26 juli 2019

KAMU SEDANG MEMBACA
DIATAS SAJADAH❤
RandomBagaimana rasanya jika seorang santriwati di lamar oleh seseorang lelaki yang menjadi ustadznya sendiri di pesantren, yuki mengaguminya dalam diam.hanya saja ia takut cintanya akan di bagi. Egois? Mungkin? Yuki Airania Zaenal salah satu murid seora...