isabella tidak tahu kalau usahanya untuk kabur dari perjodohan yang direncanakan oleh ibunya menyebabkan ia bertemu dengan teman semasa kecilnya dan ayah serta kakaknya yang sudah terpisah.
hentikan semua ini” teriak bella yang membuat semua tamu undangan, ibunya, hingga jhonny menoleh kearahnya. Bella pun berjalan menuju kearah ibunya yang menatap bella kesal. jhonny pun menghalangi jalan bella. “bella” “minggir kau!! Apa otakmu sudah rusak sehingga tidak bisa mengingat ucapanku waktu itu” ucap bella menatap jhonny tajam dengan penuh amarah.
“terserah kau bilang apa. Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu” tahan jhonny yang kemudian memegang kedua bahu bella.
“lepaskan” berontak bella. “lepaskan dia jhonny” suruh ibunya. Jhonny pun melepaskan kedua bahu bella. Bella pun tidak mensia-siakan kesempatan ini dan memaki ibunya dihadapan para tamu yang sedang menyaksikan pertengkaran ibu dan anak ini.
“apa lagi yang kau lakukan kali ini?. Apa kau tidak cukup aku berada disisimu selama ini?” maki bella. “apa yang kau katakan?” “apa karena kau sudah tua sehingga kau pikun?. Dua belas tahun yang lalu aku bangun dan mendengarkan semua cerita palsumu itu dan aku bahkan tidak tahu siapa ayahku. Aku selalu menurutimu dan menghormatimu sampai aku seperti boneka mainanmu” maki bella.
“dan sekarang kau masih ingin memperlakukanku seperti bonekamu. Maaf nyonya martha. Kali ini anda tidak bisa” “jaga bicaramu. Aku lakukan ini untuk kebaikanmu” bentak ibunya.
“kebaikan siapa? Kebaikanmu atau kebaikan dia? Kalian sama piciknya. Sama-sama gila harta. Seharusnya kalian berdua yang menikah bukan aku” teriak bella yang langsung membuat ibunya menampar bella. Bella pun menahan sakit saat pipinya ditampar oleh ibunya. “jaga ucapanmu. Kau sudah keterlaluan. Jangan sampai aku melakukan sesuatu diluar batasku” ancam ibunya.
“silahkan kau mau lakukan apa! Tapi ada satu hal yang perlu kau ketahui. saat kau melakukan itu kau tidak akan bertemu denganku lagi di dunia ini’ ancam bella. Bella lalu pergi meninggalkan ibunya, jhonny dan semua tamu yang tampak terdiam. Bella pun bergegas ke kamar mandi diiringi dengan nafasnya yang sangat sesak dan dadanya sangat sakit. Semua pengunjung toilet pun khawatir melihat kondisi bella yang terlihat kesakitan. Dengan nafas yang tersengal-sengal bella lalu mengambil handphonenya dari tas kecil yang ia bawa dan menghubungi pembantu rumahnya.
“mbok ini aku” ucap bella dengan tersengal-sengal. “non bella!! Ada apa? Suara non bella kenapa? Non ada dimana sekarang”. “sudah jangan banyak tanya. Sekarang mbok ke kamar saya. Mbok masih inget, kan. Nomor password ruangan pakaianku” “iya non” “bagus!! Mbok ambil koper saya yang besar itu dan mbok masuki semua pakaianku kedalamnya setelah itu mbok anterin ke bandara sekarang”
“iya non, tapi!” “sekarang mbok!!. Jangan lupa sepatu dan tasku” ucap bella dengan nafas yang tersengal-sengal.
Bella lalu menutup telponnya dan dengan sekuat tenaganya yang masih tersisa, ia berdiri walaupun dadanya masih terasa sesak. “aduh! non bella mau kemana malam-malam begini. Mbok bingung baju mana aja yang mau dimasuki” gerutu si mbok.
Bella pun berlari keluar dari gedung mewah itu dan tentu saja ia masih dikejar-kejar oleh para wartawan. Bella pun masuk kedalam sebuah butik busana pria. Ia pun masuk dengan nafas yang masih tersengal-sengal. Pegawai butik dan pengunjung butik tersebut juga kebingungan melihat seorang gading yang memakai gaun putih dengan belahan didada yang sedikit terbuka yang masuk dengan wajah yang pucat.
Bella pun menghampiri salah seorang pegawai. “kau tolong ambilkan baju yang pas untukku sekarang” perintah bella. “maaf!! Tapi ini pakaian untuk pria” kata pegawai pria itu.
“aku tahu tapi.. ya sudahlah!! aku bisa sendiri” kata bella yang sedang tidak ingin berdebat. Bella pun mengambil beberapa pakaian kemeja dan celana setengah lutut dan beberapa sepatu kets. Semua pengunjung pun berbisik seakan mengetahui gadis cantik berkulit putih, bermata biru, dan berperawakan blasteran yang sedang memilah pakaian itu adalah bella.
“ iya benar aku adalah dia” ucap bella sambil menaikkan nada bicaranya. Setelah mengambil yang ia inginkan bella lalu masuk ke arah ruang kamar pas dan mengganti pakaiannya. Setelah beberapa menit ia pun keluar dengan kemeja berwarna navi dengan celana setengah lutut berwarna coklat. Ia pun melihat kedalam kaca seperti ada yang kurang. Ia lalu memerintahkan pegawai laki-laki yang melayaninya tadi untuk mengambil gunting. Segera pria itu mengambil gunting dan memberikannya kepada bella. Bella pun tanpa berpikir panjang memotong rambutnya yang panjang menjadi pendek seperti laki-laki.
Semua yang ada didalam butik itu pun terkejut melihat penampakan yang ada di depan mereka. Setelah memotong rambutnya ia pun menyisir rambutnya kesamping. Sekarang penampilan bella sama sekali mirip seperti seorang eksekutif muda. Bella pun membayar pakaian yang dia ambil. “berapa semuanya” tanya bella. Kasir itu pun memberitahu jumlah nominal yang harus bella bayar. Bella lalu mengeluarkan kartu debitnya dan membayar pakaiannya. Ia juga memberikan beberapa lembar uang seratus dan memberikan kepada pegawai itu.
“nona.. bagaimana dengan gaun dan high heels anda?” tanya pria itu.
“kau bawa saja, lalu kau laundry setelah itu kau berikan pada pacarmu” gumam bella. Bella pun keluar dari butik itu, saat ia ingin keluar ia melihat topi fedora yang berwarna senada dengan bajunya. Topi fedora seperti ciri khas penampilan bella dimana pun ia berada. Ia pun lalu mengambil topi fedora itu dan saat ia ingin membayarnya pegawai itu pun langsung menolaknya. Bella lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bingung bagaimana dia harus berekspresi. Ia lalu keluar dari butik tersebut dan berjalan dengan santai melewati wartawan yang masih mencarinya.
Bella pun sampai di bandara internasional soekarno hatta bersamaan dengan itu si mbok juga tiba di bandara ditemani oleh pak sugiman tukang kebun bella. Bella yang melihat kedatangan si mbok pun menghampiri si mbok dan pak sugiman. Si mbok celingak-celinguk mencari keberadaan bella yang tanpa disadari bella sudah ada di sampingnya. Bella pun menyentuh bahu si mbok dengan jari telunjuknya.
“maaf mas saya lagi mencari majikan saya” kata si mbok halus. Bella pun masih menyentuh bahu si mbok tersebut sehingga membuat si mbok mau tidak mau melihat kearah bella. “non bella” teriak si mbok. Bella pun langsung menutup mulut si mbok takut semua orang melihat kearah mereka. “ehehe.. iya non. Kenapa mirip cowok sih. Kiroin mbok tadi siapa” kata si mbok yang melihat penampilan bella dari atas sampai bawah.
“waduh non... rambut panjangnya kemana?”
“ aduh udah dong mbok. Mana yang aku suruh” kata bella yang sudah risih dengan perlakuan si mbok. Si mbok pun menyodorkan sebuah koper yang sangat besar kepada bella.
“maaf non! Mbok nggak tahu baju yang harus dimasukin. Jadi mbok asal-asalan aja”. “ya udah nggak apa-apa. Sekarang mbok pulang dan kalau wanita itu datang kerumah bilangin mbok nggak tahu apa-apa” ujar si bella. "Iya non. Bibi mengerti"ucap si mbok. Bella lalu pergi meninggalkan si mbok dan bergegas membeli tiket pesawat sambil membawa koper. Bella pun membeli tiket pesawat dengan tujuan ke negeri paman sam dan bukan pergi ke negara yang sama dengan paman george yaitu perancis.
Dengan tergesa-gesa bella pun masuk ke gerbang keberangkatan hingga bella menabrak seseorang dan barang bawaannya jatuh. “maaf!! Maaf” kata para itu yang mengambil barang bella yang berjatuhan.
“kalau jalan pake mata dong” ketus bella. “yang harusnya ngomong seperti itu gue bukan lo” ketus pria itu juga. Bella lalu melihat pria itu dan mengingat kalau ia pernah bertemu di dalam lift dalam apartemennya. “kau kan?”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jhonny Kelvin Ardiansyah
Like, comment, tambahin di perpustakaan Maacih... Met malming semuanya🤗🤗