Penuntun

720 39 0
                                    

Kata Ayah, aku harus selalu mengikutimu. Berjalan di belakang punggungmu, melihatmu, dan mempelajari yang kau dapati hari ini. Namun aku tak mau begitu. Aku ingim berada di sampingmu, bukan di belakangmu. Aku ingin menggenggam tanganmu, karena kau berkata perjalanan kita baru di mulai.

Kau tak sesempurna itu. Kau masihlah manusia yang berbuat salah, tapi itu bukan hal yang besar, karena aku lebih sering melakukannya. Kau panutanku, pemimpin jalanku. Aku selalu mengagumi setiap langkahmu, bahkan hembusan nafasmu adalah satu-satunya hal yang ingin ku hirup.

"Aku selalu bersyukur karena kau telah hadir di dunia ini." Katamu. Tidak, aku yang bersyukur kau telah menungguku. Kau adalah hal terindah yang pernah aku lihat, tak sedetikpun ingin ku berpaling dari rupamu. Tolong jangan lepaskan genggamanmu padaku, bawa aku kemanapun kau mau. Aku akan selalu mengikutimu. Kau adalah penuntunku. Aku masihlah buta dengan dunia ini, banyak hal yang belum ku ketahui.

Mari bersama kita hadapi. Kita belajar hari demi hari. Biarkan aku tetap di sampingmu seperti ini, aku pun tak ingin sendirian lagi.

Perfect Wounds [DISCONTINUE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang