Apa jadinya jika menjodohkan dua orang yang merupakan Psycopath?? Dan kisah itu terjadi pada Lisa dan Jungkook. Mau tau kelanjutannya? Yuk baca ceritanya!
Hari sudah semakin siang, jam menunjukkan pukul 11 siang..
"Kook.. udah siapkan? yuk kita ke gudang tua itu" ucap Lisa "Wait.. aku lagi cari parfume W Dressroom yang biasa aku pake" ucap Jungkook "Yaelah Kook.. pake punya aku aja tuh" ucap Lisa "Punya kamu bau nya perempuan banget Lis" ucap Jungkook "Punyamu yang nomor 97 juga bau nya gak laki banget kok" ucap Lisa "Memang. Bau nya lebih ke bayi agak sedikit sabun gitu kalau parfum aku.. bantuin cari kek Lis" ucap Jungkook
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*ini ya guys parfume W dressroom, banyak banget idol Korea pake parfum itu.. JK pake nya no 97
"Di kamar mandi deh kayaknya" ucap Lisa "Masaa?" ucap Jungkook "Coba kamu lihat dulu" ucap Lisa "Oke" ucap Jungkook
Saat masuk kamar mandi, dan benar ternyata parfume Jungkook ada di kamar mandi..
"Eh iya bener Lis.. kok kamu tau ada di kamar mandi?" ucap Jungkook "Kemarin terakhir kamu pake di kamar mandi Kook" ucap Lisa "Owh.. aku gak inget malahan" ucap Jungkook "Yaudah cepetan pake" ucap Lisa "Iya.. iya" ucap Jungkook
Dan setelah Jungkook selesai memakai parfum, mereka pun langsung pergi ke gedung tua untuk menemui Eunha..
Saat mereka telah sampai..
"Pagi Jung Eunha" ucap Lisa
Eunha sudah tampak lemas..
"Pagi-pagi udah lemas aja sih? oh iya kamu belum sarapan ya.. ini aku kebetulan bawa makanan buat kamu, makan gih" ucap Lisa
Eunha menggelengkan kepala..
"Oh atau kamu mau di suapin Jungkook? boleh kok" ucap Lisa "Lis?" ucap Jungkook "Udah sana suapin.. aku gak mau dia mati lebih dulu" ucap Lisa "Kan bisa makan sendiri dia nya" ucap Jungkook "Dia lagi di ikat.. udahlah gak apa-apa kok, sana suapin" ucap Lisa "Tapi kamu gak akan marah kan sama aku sehabis ini?" ucap Jungkook "Gak.. udah sana suapin" ucap Lisa "Oke, aku suapin dia" ucap Jungkook
Setelah itu Jungkook mengarah sendok yang ada makanannya ke arah mulut Eunha, tapi tetap saja Eunha tak membuka mulut dan itu membuat Lisa menjadi geram..
Lisa pun menarik rambut belakang Eunha berhasil membuat Eunha kesakitan dan membuat mulutnya membuka lebar..
"Masukkin paksa Kook makanannya" ucap Lisa
Jungkook hanya mengangguk lalu memasukkan makanannya itu ke mulut Eunha..
"Enakkan? gitu aja sok-sok'an nolak!" ucap Lisa
"Please.. aku mohon lepaskan aku" ucap Eunha "Tak semudah itu ferguso.. oh iya.. orang tua lo juga lagi di Jepangkan ya? bagaimana kalau kita video call'an dengan mereka? hitung-hitung surprise untuk mereka" ucap Lisa "Jangan Lisa.. aku mohon jangan kasih tau mereka" ucap Eunha "Kenapa? biar mereka tau dong.. kalau mereka gak tau kan.. gak seru.." ucap Lisa "Please jangan" ucap Eunha "Terserah aku lah" ucap Lisa
Dan setelah itu Lisa beralih ke handphone nya untuk mencari kontak ortu nya Eunha, dan tak lama.. dapat!..
*tuutt.. tuutt.. tuutt.. (Nada sambung guys)
"Ups.. nyambung" ucap Lisa
Tak berapa lama handphone Lisa menampilkan wajah seseorang, papa Eunha..
"Halo om, masih kenal saya?" ucap Lisa "Siapa kau?" ucap papa Eunha "Rupanya om sudah melupakan saya.. baik. Saya perkenalkan diri saya, nama saya Lisa. Lalisa manoban" ucap Lisa
Papa Eunha terkejut mendengar nama Lisa..
"Dari ekspresi wajah om.. sepertinya om sudah mengingat saya" ucap Lisa "To the point saja! Mau apa kau menghubungi saya?" ucap papa Eunha "To the point? om yakin?" ucap Lisa "Sudahlah.. cepat katakan ada apa kau menghubungi saya, saya tak punya banyak waktu" ucap papa Eunha "Oke kalau itu mau om. Coba sekarang om lihat ini" ucap Lisa sambil memutarkan handphone nya sambil mengarahkan ke wajah Eunha
Betapa terkejutnya papanya Eunha melihat anaknya sedang bersama Lisa dengan keadaan sangat lemas dan pucat..
"Pa, tolongin Eunha" ucap Eunha lemas
"Kau apakan anak saya!" ucap papa Eunha "Aku tak mengapakan anak anda tuan Jung.. tapi sepertinya sebentar lagi aku akan mengapakan anak anda" ucap Lisa "Apa maksudmu? jangan berani-beraninya kau menyentuh putriku!" ucap papa Eunha "Emang kau itu siapa? berani-beraninya kau menyuruhku?" ucap Lisa "Saya sudah peringatkan kepada kau untuk tidak menyentuh putriku!" ucap papa Eunha "Sayangnya aku tak takut dengan peringatanmu itu" ucap Lisa "Sekarang katakan kau sedang dimana?!" ucap papa Eunha "Untuk apa aku memberi tau lokasi kita kepadamu tuan Jung?" ucap Lisa "Argggghhh!!! dasar wanita gila!" ucap papa Eunha yang mulai depresi menghadapi Lisa "Anda benar tuan Jung, saya memang sudah gila! HAHAHAHA" ucap Lisa "Tolong katakan dimana kau sekarang" ucap papa Eunha "Untuk apa sih kau tau dimana kami? untuk melihat proses kematian putri anda?" ucap Lisa
"Pa, aku ada di gedung tua dekat apartemen!" teriak Eunha tiba-tiba
"Sssttsss! Diam lo!" ucap Lisa sambil melihat ke arah Eunha
"Oke, papa akan kesana sayang, tunggu papa ya" ucap papa Eunha lalu mematikan vc mereka