Sore menjelang malam tadi,
seorang wanita yang usianya
lebih matang dariku
bertanya, yang intinya apakah kata kau dan aku masih menjadi kata kita ?
aku hanya tidak ingin membuat orang yang aku sayangi kecewa, sama seperti fase yang sedang aku hadapi.
ia yang selalu bangga dengan sifat dan sikapmu.
namun ia tidak tau bahwa yang selama ini ia pandang sebagai pangeran, ternyata bajingan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebagai Saya .
Literatura Femininaketika berbicara dengan realita menjadi hal yang sedikit rumit. tidak salahkan menulis agar pembicaraan menjadi sedikit manis.
