"Kau kenapa Jim?" tanya Seungyeon yang mengambil alih duduk di kursi depan Jimin.
Jimin sempat melirik pada seorang pemuda bernetra bulat yang terduduk tenang di sudut kelas, pemuda itu pun sempat melirik pada mereka berdua lalu berpaling enggan.
Menyadari Seungyeon menepuk lengannya, Jimin pun melirik dan tersenyum "Tidak, ayo ke kantin!" ajaknya lalu menarik lengan Seungyeon.
Pemuda bermata bulat itu sempat melirik saat Jimin menarik lengan Seungyeon lalu ia menarik tipis sudut bibirnya dan bangkit dari kursinya.
...
"Ya! Kenapa kau memilih untuk memakan itu!"
Seungyeon yang melahap roti isi kacang dan susu pisang itu kesal setiap kali Jimin protes tentang apa yang ia makan, apa yang ia katakan, dan apa yang ia lakukan.
"Kenapa memang? Ku pikir sepertinya kau lebih cerewet dibandingkan kakakku!" Seungyeon kesal dibuatnya. Jujur ia meragukan Jimin sebagai sahabatnya, ia lebih percaya jika Jimin itu ibunya.
"Hwa aku tahu kau itu sangat tidak suka roti isi kacang, bahkan waktu dulu kau hampir muntah setelah tak sengaja memakan kue yang berasal dari kacang".
Hwa Seungyeon pun tertegun mendengar cerita Jimin tentangnya "Sungguh? Ku pikir aku sangat menyukainya, ini enak" komentarnya.
Jimin pun menatap heran pada Seungyeon setelah meneguk habis colanya.
"Seungyeon..." panggil Jimin yang hanya dibalas anggukan karena Seungyeon fokus menghabiskan menu makan siangnya.
"Hwa Seungyeon" kini lengkap ia memanggilnya dengan marganya.
Seungyeon pun menghentikan aktivitasnya lalu menatap Jimin "Katakan?"
Jimin pun menghembuskan napasnya halus sebelum menyuarakan ucapannya.
"Sebenarnya aku ingin katakan ini, sejak kau mengalami kecelakaan itu dan koma selama beberapa minggu..." Jimin menjeda ucapannya diliriknya Seungyeon yang mulai menunjukkan perubahan -sedikit gelisah, ia tahu Seungyeon selalu menghindari tentang obrolan seperti ini.
"Aku rasa ini terlalu mengejutkan, kau banyak berubah Hwa Seungyeon"
Seungyeon hanya tertegun dengan penuturan Jimin, ia tak bisa berkomentar apapun. Bahkan ia pun tak tahu tentang dirinya sendiri.
Jimin pun mengelus punggung tangan Seungyeon lembut lalu tersenyum hangat "Tak apa, aku akan membantumu kembali seperti Seungyeon yang ku kenal, dibandingkan itu aku lebih bersyukur karena sekarang kau terlihat lebih baik"
Seungyeon pun membalas tersenyum lalu memasukan roti isi kacangnya ke mulut Jimin hingga mereka tertawa bersama.
Di sana seorang pemuda bernetra bulat masih mengawasi keduanya dari kejauhan hingga seseorang menarik satu kursi di sampingnya.
"Boleh aku bergabung denganmu Jungkook?"
Pemuda bernama Jungkook itupun melirik lalu mengangguk membuat gadis yang membawa nampan makan siangnya menguarkan merah padam pada kedua pipinya dan terduduk anggun disamping Jungkook.
To Be Continue👉
Happy reading :)
Don't forget tinggalkan jejak Voment 🌟😉
-YeoboJJK-

KAMU SEDANG MEMBACA
My Only Dear [JJK]
FanfictionMeski kau tak memandang, namun dapat ku pandang... Meski kau berlari pastikan ku kejar... Meski kau membenci akan tetap ku lakukan... Meski itu membunuhku ku pastikan kau jadi miliku... Hanya kau satu-satunya... Alasanku melakukan semua ini hanya un...