desastre.

14 0 0
                                    

"Sepertinya takdir memang menentukan kita untuk bersama sweety, kau telah menganggu kesenangan ku maka aku akan menganggu hidupmu mulai dari sekarang!" alex setengah berbisik agar oranglain tak mendengar apa yang ia katakan. 

-------------

Bell pulang sekolah telah berbunyi dari setengah jam yang lalu namun masih banyak murid murid yang berkeliaran di sekitar lingkungan sekolah sama hal nya dengan allika , gadis manis ini tengah berada di perpustakaan untuk meminjam buku kimia.

"Jika bukan karena besok kuis aku enggan untuk disini" gumam allika dengan malas, ya siapa yang tidak malas dengan pelajaran yang bernama kimia. Menurut allika kimia merupakan musuh besar dalam hidupnya.

" ah, sudahlah kepalaku terasa pening saat ini kurasa aku harus segera pulang dan bekerja" dengan malas allika mengembalika beberapa buku yang ia pinjam dan berjalan keluar dari lingkungan sekolah.

saat allika melintasi lapangan basket yang terletak cukup dekat dengan perpustakaan ia berjalan cepat tanpa h ke arahnya.

BRUKKK... 

" Awww sakit tau apa kamu tak punya mata! bukankah kamu melihat aku melitas lalu mengapa kamu melempar bola sialan ini ke arahku" allika mencacimaki tim basket yang berapa dilapangan.

" OH.. sengaja!" ujar salah satu pemain basket yang tak lain ialah alex. Ya entah mengapa ia sangat tertarik pada allika. mungkin karena allika pernah menganggu ia.

" apa dasar laki-laki aneh! kau harus tanggung jawab kau membuat kepalaku pusing" allika dengan cepat menarik baju alex sebelum alex pergi jauh.

"Ck, lepas!" kesal alex ia segera membalikkan badannya. Dan menatap mata allika dalam lalu ia membungkuk mensejajarkan tingginya dengan allika.
" aku tak perduli!" bisik alex tetap di telinga allika dan berlalu begitu saja tanpa memperdulikan celoteh allika.

-------

Sesampainya di kost allika segera membersihkan diri dan bergegas ke cafe untuk bekerja.

" Ayo semangat allika kamu pasti bisa!" alika menyemangati  dirinya sendiri.
 
Saat allika memasuki cafe dengan wajah cerianya dan segera menuju dapur untuk mengerjakan pekerjaannya.

"hai kak!, bagaimana kabarmu?" sapa alika pada desi rekan kerja alika selama berkerja disini. Desi adalah orang yang baik ia selalu membantu alika.

" kembali alika, kabarku hari ini sedikit kurang baik." balas desi dengan nada murung.

" apa kakak sedang ada masalah" sahut alika yang masih sibuk mencuci piring.

" iya,, itu karna kamu tau! " dengan kesal desi menjawab.

" hah?  Karna aku? Apa aku membuat kesalahan sehingga kakak marah padaku" sesal alika

" hahahahaha,  aku hanya bercanda alika kau adalah adik terbaik yang aku punya" desi berjalan mendekat dan memeluk bahu alika.

"ku kira kau benar benar marah padaku aku sangat takut tadi jangan seperti itu aku takut!,  kakak tau kan hanya kakak orang yang aku anggap keluarga. " ucap alika dengan kesal.

" sudahlah hentikan drama ini, kau cepat sana layani pelanggan biar aku yang memcuci piring"
Alika menganggukan kepala, ia segera pergi mengambil nampan dan mengirimkan pesanan pelanggan ke meja mereka.

mountain laurelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang