Antar pulang?

12 3 0
                                        

Hari ini adalah hari terakhir Sekolah dan besok seluruh murid di SMA Cahaya Prima sudah di liburkan. Dan seperti biasanya Vania dan Amara sudah tiba di sekolah dengan tepat waktu dan duduk di kursi nya masing masing
"Besok jadi ya lo pergi!" Tanya Amara
"Yaa jadilah!"
"Ahh" Ucap Amara sambil mencebekan bibirnya
"Emang napa kok lo murung!"
"Ya gimana enggak, orang liburnya satu minggu!"
"Bagus donkk, jadi puas lo nge-mall!"
"Tapi gak punya teman!"
Hanya sebentar mereka berbicara Pak Dody tiba dikelas membawa Laptop untuk belajar Kimia

🍃🍃🍃

Setelah dua jam pelajaran akhirnya seluruh murid berbondong bondong ke kantin, tetapi Vino tidak terlihat
"Van lo mau pesan apa!" Tanya Amara
"Nasi goreng ama es teh!"
"Mang Jaja Nasgor 2 ama Es teh 2!" Teriak Amara saat memesan makanan
"Van lo lihat Vino gak?" Tanya Amara
"Enggak emang napa?"
"Lo tau gak sih, kalau kemaren Lessa nembak Vino!"
"Seriuss lo!" Jawab Vania sambil Melotot
"Iyaa, kalo ghibah aja cepat nyautnya!"
"Hehhe ya kan namanya juga cewe!!" Jawab Vania dengan terkekeh
          "Serah lu dahh Van!"
          "Terus gimana di terima gak?" Tanya Vania dengan tergesa gesa. Belum selesai Amara menjawab Mang Jaja sudah mengantarkan pesananya dan langsung saja Mang Jaja menyambung obrolan mereka
     "Siapa yang di terima?!" Cetus Mang Jaja sambil menaruh Nasi goreng di meja yang di duduki Vania dan Amara
"Orang mang!" Jawab Vania dengan senyuman
"Oohh mamang kira siapa!" Ucap mang jaja sambil meninggalkan meja Vania dan Amara
"Gimana di terima gak!"
"Ya enggak lah, mana mau Vino" jawab Amara sambil mengunyah Nasi goreng
"Lah terus tumben gue gak lihat tu bocah tengil, biasanya nongol aja tuh mukanya!" Cetus Vania
"Trauma kali'!" Jawab Amara sambil terkekeh kekeh
"Serahh lo!, ehh Amara Btw malam tadi si Dave ngeChat gue loh"
"Seriusly!"
"Iyaa buat apa coba gue boong!" Jawabnya sambil menegaskan
           "Apaan isi chat nya"
           "Kepo lu!" Jawabnya sambil tersenyum licik, karena ia tak ingin Amara tahu isi dari Chat tersebut
           "Aee lah!"
           "Mang jadi totalnya berapa?" Ucap Amara sambil tegak di kursi makannya yang di sebrangnya ada Mang Jaja
           "Empat puluh tibu aja neng." Jawab mang Jaja sambil terssenyum
           "Nih mang pas ya uangnya" sambil menyidorkan uang 20 ribu dua
           "Serisu lu bayarin gue?" Tanya Vania
           "Iyalah."

                                   🍃🍃🍃

    Bell sekolah telah berbunyi yang artinya seluruh murid telah mempersiapkan dirinya untuk pulang ke Rumah. Tetapi tampak Vino sudah menunggu di depan kelas Vania.
       "Loh Vin kenapa kesini?" Tanya Vania sambil menggulung jacket nya di tangan
       "Gak boleh ya emangnya." Jawab Vino sambil tersenyum
       "Ya boleh sihh, cuma gimana ya nanti dilihat orangkan malu masa iya adek kelas main ke kelasnya kakak kelas!"
       "Kan cuma bentar."
       "Emangnya mau ngapain ke sini?"
       "Mau ngasih surat ini." Sambil memberikan surat yang di bungkus dengan pita yang berwarna Baby Pink dan ada sedikit gambar Love.
         "Buat siapa, buat Amara ya." Jawab Vania sambil membalikan badannya
         "Ehh mau kemana." Sambil memegang pundak Vania agar Vania membalikan badannya
         "Kan buat Amara!" Jawab Vania dengan polosnya
         "Ini surat buat orang yang di depan mata aku." Sambil memegang surat yang ada di tangan Vania. Vania saat itu hanya diam seribu  bahasa seperti patung Liberty
         "Eh" sambil menarik tangannya yang sudah lekat di surat itu
         "Tapi jangan di baca sepulang sekolah."
         "Terus aku bacanya kapan?"
         "Pas nyampe di Amerika atau enggak pas di Pesawat."
          "Kok tau sih aku mau ke Amerika."
          "Udah gak perlu tau itu urusan aku!"
          "Hm"
          "Mau pulang bareng gak."
          "Hm" sambil terdiam
          "Kan Amara udah pulang sama pacarnya, emangnya nanti kamu mau pulang sama siapa?"
           "Gak tau."
           "Apalagi ini udah sore nanti ada preman loh!" Ucapnya  sambil memastikan Vania
           "Emang gak keberatan ya?"
           "Berat apanya!"
           "Ya ngantar aku lah."
           "Udah yuk!" Sambil memegang tangan Vania dan mengajaknya berlari kecil. Mereka tidak memperdulikan orang di sekitarnya yang sedang melihatnya.
Di motor Vania hanya melihat sekelilingnya ada banyak pepohonan yang besar dan tanpa sadar Vania menanyakan sesuatu kepada Vino
"Vino."
"Apa?"
"Kamu di tembak Lessa ya?"
"Kalo iya emang kenapa?"
"Ya gak papa, terus kamu terima?"
"Ya enggak lah!"
"Kenapa."
"Orang aku gak suka mau gimana."
"Ohh."
"Ini ke kanan atau kekiri" tanya Vino di persimpangan perumahan yang bernama Central Housing
"Kanan, terus lurus aja?"
"Oke?"
Sekitar lima menit mereka sudah tiba di rumah Vania yang besar dan perpaduan warna abu abu dan hitam
"Makasih ya!" Ucap Vania sambil tersenyum dan sambil melepaskan Helm
"Iya, Btw besok Safe flight ya." Jawabnya sambil tersenyum
"Gak mau masuk dulu?"
"Makasih besok besok aja."
"Ohh ya udah Bye!"
"Bye!" Sambil melajukan motor Sportnya


Next=>

My dream boyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang