Misiku dimulai, dengan ogah-ogahan aku mulai mendekati mangsa. Bersikap sok kenal yang sumpah bukan aku banget, dasar Stella.
Aku mendekati Bryan yang sedang duduk dengan teman-temanya. " eh Bryan " sapaku yang membuat semua temannya melongo nggak percaya. Memang bukan aku banget kalau sampai nyamperin cowok duluan apalagi nyapa.
Bryan memasang tampang bingung sama dengan teman-teman disebelah kanan kirinya. Aku harus dengan cepat menjalankan rencana pertama ini.
" mmm gue cuma mau nyampein sesuatu " Bryan dan teman-temannya saling pandang.
" Emang ada apa Ki tumben loe nyamperin kita biasanya loe kan cuek banget dan langsung lari kalo disamperin cowok " salah satu teman Bryan membuka mulut dan membuat semua tertawa keras kecuali Bryan yang menyuruh mereka berhenti. Aku memelototi mereka dan mereka berhenti.
" ada apa Ki, ada perlu sama gue ? " tanya Bryan. Aku mengangguk, " mau ngomong disini aja atau .... " aku memotong sebelum dia menyelesaikannya.
" disini aja lagian nggak terlalu penting kok, gue Cuma mau bilang kalau loe dapet salam dari Stella itu doang " aku memperhatikan ekspresi Bryan untuk melihat apakah dia ada ketertarikan sama Stella.
Wajahnya kaget dan terlihat senyum tipis yang nyaris tak terlihat. Aku dapat satu poin setidaknya mungkin dia memang ada sedikit rasa sama Stella, entah rasa apa aku belum bisa memastikan.
" ya udah gue udah selesai bye " aku tersenyum datar melambai ke Bryan tapi melotot ke teman-temannya dan pergi dari kumpulan cowok-cowok tadi.
Kanya teman yang duduk disampingku memandangiku dengan pandangan heran. " kenapa ada yang salah " tanyaku, dia menggeleng pelan " nggak sih Cuma aneh aja loe nyamperin mereka, biasanya kan loe anti cowok".
Aku menghembuskan nafas pelan " gue nggak nyamperin mereka, gue Cuma punya sedikit urusan sama Bryan itu aja kok ". Aku membuka komikku dan berpura-pura tenggelam dalam dunia komik untuk menghentikan ocehan Kanya.
Kanya tau banget kalau aku nggak akan dengerin siapapun itu kalau sedang asyik baca komik, akhirnya dia diam dan memilih membuka bukunya.
Aku dengar bisik-bisik kumpulan cowok-cowok itu membicarakanku. Dasar mulut cewek, nggak kece banget kan ada cowok ngegosip, ihh.
" eh kenapa ya Mrs. Snowy " kata salah satu orang
" iya aneh, kok dia mau-maunya ya disuruh kirim salam padahal dia kan anti banget sama kaum kita sang kaum adam " tambah salah satunya.
" mungkin Cuma trik kali, dia sebenernya mau deketin Bryan tapi pake alasan ngirim salam" tambah yang lain.
Sumpah pengen aku tarik tuh mulut terus aku ikat dan langkah akhir centelin di monas. Bryan diam aja, bagus kamu harus tetap stay cool aku nggak mau sahabatku pacaran sama cowok mulut cewek. Nggilani kalo kata Stella, yang jadi aneh kalau dia yang ngomong.
" udah ah, kalian ngomong apaan sih dia itu Cuma ngirim salam. Masuk kelas yuk." Bryan kali ini angkat bicara.

KAMU SEDANG MEMBACA
Saat Cupid Jatuh Cinta
Teen FictionProses Revisi Kinan gadis cantik berdarah campuran ini selalu menutup diri dari para lelaki. entah apa yang membuatnya takut untuk berhadapan dengan kaum adam. selalu membangun tembok tinggi dan kokoh agar tak seorangpun yang bisa menerobos masuk, s...