Jadi lah seperti langit
Meskipun cerah dan gelap ia
Tak pernah pergi
Jangan lah seperti pelangi
Meskipun indah dan tak
Pernah berubah
Namun hanya datang sesaat
Lalu pergi kembali.
*
*********
AUTHOR POV
Di hari senin pagi yang begitu cerah burung-burung berterbangan di langit berkicau merdu layak nya alunan musik bahkan sang surya enggan untuk pergi.
Sudah 20 menit lama nya aqilah menunggu denti menjemputnya untuk berangkat ke sekolah bersama namun diri nya tak kunjung datang.
"Ish denti mana sih lama banget" gerutu aqilah.
Tinn..Tinn..
Bunyi klakson motor denti di depan rumah aqilah, denti turun dari motor tanpa melepas hel nya dan menghampiri aqilah yang menatap nya tajam.
"Dari mana aja lo lama banget!?" sentak aqilah saat denti telah di hadapan nya.
"Yailah, maaf kalik lo juga kan tai semacet apa kota jakarta?" jawab denti seraya meminta maaf.
"Ya ya ya, udah yok jalan liat nih dah jam berapa" ajak aqilah karena mereka sudah terlambat.
"Kuy lah" jawab denti.
**********
Hanya membutuhkan waktu 15 menit bagi mereka untuk sampai di sekolah, bagaimana tidak mereka saja membawa kendaraan dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Yah, gerbang nya dah di tutup" sahit aqilah mengacak rambut frustasi.
"Tenang aja gue kan ada kunci cadangan nya, tadaa..." jawab denti enteng dan mengambil kunci cadangan yang ada di dalam saku celana putih abu-abu nya, jika kali bertanya bagaimana bisa denti memakai celana bukan rok? Tidak hanya denti tetapi juga aqilah dan jug yang lain nya.balik ke kunci.
"Syukur deh" jawab aqilah menghela nafas lega.
Dengan cekatan denti membuka gerbang, dan setelah memastikan tidak ada guru piket yang berkeliaran mereka berdua memasuki sekolah.
Dan saat mereka melewati lorong sekolah sudah sepi karena semua murid berada di lapangan untuk mengikuti upacara bendera, tiab-tiba mereka menghentikan langkah nya ketika mendengar deheman dari seseorang yang ada di belakang mereka.
"EKHEM.." deham seseorang yang ada di belakang mereka.
Seketika tubuh mereka menengang karena mereka sangat mengenali suara siapa itu.mereka saling pandang dan ketika mereka menoleh ke belakang sudah ada bu zarah menatap mereka tajam sambil berkacak pinggang.
"Eh ada ibu hehehe.." kekeh aqilah menggaruk tengkuk yang sebenar nya tidak gatal sama sekali.
"Ha he ha he, sudah tau telat cepat ke lapangan sekarang!" sentak bu zarah menyuruh mereka berdua ke lapangan.
Dan detik berikut nya mereka berdua lari terbirit-birit menuju lapangan karena mereka malas mendegar ocehan dari guru kesayangan nya itu dan berakhir di ruang BK.
Akhir nya mereka sampai di lapangan dengan nafa yang tersengal-sengal " hosh hosh hosh gi--la capek bang--et" lega aqilah dengan tersengal-sengal.
Sedang kan yang lain hanua menghela nafas karena merka tau tabiat teman nya yang satu ini, padahal sifat mereka sama saja.
**********
"Akhir nya selesai juga nih upacara" jawab aqilah seraya mengkibas-kibaskan topi nya karena cuaca yang sedikit panas.
"Ke kantin kuy males di kelas pelajaran nya si botak" ajak aqilah.
"Kuy lah" jawab mereka semua serempak.
Sesampai nya di kantin mereka menempati meja yang ada di sudut kantin dan terdapat jendela yang menghadap lansung ke lapang sekolah.
"Pada mau pesen apa nih?" tanya fitri.
"Jus alpukat aja deh" jawab aqilah.
"Samain aja" jawab mereka serempak.
"Oke, des temenin gue yuk kan gak mungin gue bawa 6 gelas sekaligus" ajak fitri ke desma.dan dengan ogah ogahan desma berdiri dari duduk nya dan mengikuti fitri untuk memesan makanan.
"Eh guys katanya kita ke datengan murid baru, kata nya sih cowok ganteng lagi" kagum claudia sambil membayangkan lelaki idaman nya.
"Beneran?" tanya dira dengan mata berbinar karena dira sangat di kenal dengan julukan playgirl .
"Ekhem.." deham denti mengisyaratkan mereka untuk diam karena di antara mereka hanya aqilaj yang benci semua yang bersangkutan dengan lelaki karena dia memiliki masa lalu kelam tentang lelaki.
Seketika claudia dan dira menghentikan gosip tentang para laki-laki.
"Pesanan datang" timbrung fitri sambil membawa pesanan yang lain nya dan di susul desma yang ada di belakang fitri.
"Selamat menikmati" sahut mereka serempak.
Semua hidangan yang ada di meja sudah habis tak tersisa.dan yang paling banyak makan ada desma karena di antara mereka semua desma lah yang memiliki porsi makan yang sedikit banyak.
"Rooftop" singkat aqilah.
Seakan mengerti apa yang aqilah ucapkan mereka semua beranjak dari kursi dan pergi menuju rooftop.
S
elama perjalanan mereka hanya mengobrol ringan dan di saat belokan menuju tangga tiba-tiba ada cowok yang tidak sengaja menyenggol aqilah hingga terhuyung ke belakang jika saja cowok itu tidak menangkap aqilah mungkin aqilah sudah terjungkal ke belakang.
Di saat tidak merasakan diri nya menyentuh lantai aqilah membuka mata nya dan mata nya langsung menatap mata berwarna biru laut milik cowok itu dan mereka saling menatap beberapa saat, seakan sadar apa yang terjadi aqilah langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain dan melepaskan diri dari rengkuhan cowok itu.
"Ehm maaf" maaf cowok itu menggaruk tengkuk salah tingkah.
"Hmm" deham aqilah dan pergi begitu saja bersama yang lain.
Menarik batin cowok itu tersenyum kecil.
**********
Tbc
Jangan lupa vote nya zyenk²😚
Salam manis:*
KAMU SEDANG MEMBACA
Six Troublemaker√
Fiksi RemajaBRAKK "Eh anjing" "ayam eh anak ayam" "shit" "bangsat" kaget para siswa saat mendengar gebrakan meja,sedang kan sang pelaku hanya menahan tawa saat melihat ekspesi kaget teman-temannya.dia.. AQILAH DEA RATU MARGA cewek terjahil, cewek cantik namun d...
