D U A

5K 221 5
                                    

Gabe jengah mendengar pujian yang selalu di lontarkan pada adiknya, Skylar Eirene Pradepta. Sejak adiknya itu masuk sekolah, pujian tak henti-hentinya di lontarkan pada adiknya itu. Tak perduli seberapa hebat dirinya, Sky tetap bersinar lebih terang darinya. Terutama di mata Miranda, neneknya.

Gabe begitu mendambakan kasih sayang dari Miranda. Sangat-sangat memimpikan jika neneknya itu bisa melihatnya seperti saat melihat Sky. Atau setidaknya ia menginginkan ucapan ulang tahun yang manis disetiap ulang tahunnya. Bukan kado, bukan materi seperti yang Claude selalu dapatkan dari kakeknya. Gabe hanya membutuhkan kasih sayang yang utuh.

Gabe tidak kekurangan kasih sayang sama sekali. Namun ia merasakan kasih sayang yang ia dapatkan tidak utuh. Padahal Maharani sudah menyayanginya, sangat-sangat menyayanginya.

Puncak kebenciannya pada Sky adalah ketika Maharani meninggal dunia enam tahun yang lalu. Gabe benar-benar kehilangan sosok nenek yang sangat menyayanginya. Ia menjadi dua kali lipat menginginkan kasih sayang dari Miranda. Namun sampai detik ini, Miranda tak pernah mau melihat ke arahnya.

Emosi Gabe terus-terusan tak terkendali saat ia melihat Sky berada di sekitarnya. Beruntung saat itu ia mendengar berita tentang asrama wanita dari salah seorang temannya dan menyarankan itu pada kedua orang tuanya dengan alasan agar Sky tak terjebak dengan pergaulan bebas.

Tapi siapa yang tahu jika adiknya itu lulus lebih cepat dari perkiraannya? Yang lebih membuatnya kesal adalah Sky mendapatkan beasiswa penuh di kampus tempatnya berkuliah. Padahal Sean dan Lea mampu menyekolahkan anak-anaknya. Lagi-lagi Sky membuat orang-orang terkesan dengan dirinya. Kini, bak sudah terjatuh tertimpa tangga pula, orang tua mereka memaksa agar Sky tinggal di apartemennya karena Sean dan Lea sibuk menemani Laksamana yang tengah sakit.

Kini Gabe bersyukur karena orang tuanya tak memberi embel-embel nama keluarga di akhir namanya seperti anak-anak kebanyakan. Hanya Gabriel Auriga. Tapi yang lebih ia syukuri lagi adalah ia tak pernah menyebutkan berasal dari keluarga mana karena ia memang tak terlalu banyak bicara dan beruntung orang-orang banyak yang segan berbicara kepadanya.

Sahabat-sahabatnya pun belum pernah datang kerumahnya dan tak mengenal siapa kedua orang tuanya karena sejak Maharani meninggal, Gabe memang memilih untuk menyendiri di apartemen yang Maharani belikan untuknya sebagai kado ulang tahun terakhir yang ia terima dari mendiang neneknya itu.

🌃🌃🌃

"Wah, gila tuh dosen. Baru ngajar udah ngasih tugas aneh-aneh." Jane menggerutu tepat setelah mereka berdua sampai di ambang pintu masuk kantin kampus itu.

"Aku denger, kalo baru masuk emang banyak tugasnya." Sky melangkahkan kakinya ke salah satu stan makanan yang ada disana bersama Jane yang mengekor di belakangnya. "Aku mau ini, dari kemarin penasaran banget sama rasanya," ujar Sky di depan stan Dimsum.

"Gue juga mau satu kalo gitu." Jane mengikuti apa yang Sky pesan. Tak lama, mereka berdua membawa seporsi Dimsum dan segelas Red Velvet Blend di atas nampan mereka masing-masing.

"Kita duduk disana aja, yuk." Dagu Jane menunjuk ke arah tiga pemuda yang tadi mereka temui sebelum memulai kelas.

"Aku ... mau makan disini aja, Jane." Sky meletakan nampannya di meja kosong yang ada di sebelahnya. "Kamu kalo mau gabung sama mereka, enggak apa-apa," ujarnya lagi.

"Lo serius?" Jane nampak terkejut namun sama sekali tak menolak usulan Sky. "Kalo gitu, gue duduk disana, ya." Jane pun melangkahkan kakinya setelah mendapat anggukan dari Sky sebagai jawaban.

THE BASTARD UNIVERSE [SKYLAR]✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang