T I G A

3.7K 229 13
                                    

Suara pintu mobil yang ditutup menyadarkan Sky dari lamunannya. Dirinya masih tidak menyangka akan sampai di toko buku dengan seseorang yang sama sekali tak dikenalnya. Terlebih lagi orang itu adalah seorang laki-laki.

Sky mempercepat gerakannya, secepat dirinya menyadari situasinya sekarang. Ia membuka pintu mobil yang ada di sebelahnya saat dirinya melihat Claude berjalan melewati bagian depan mobil pemuda itu dan berjalan ke arahnya. Sky melompat keluar dari mobil pemuda itu. Namun bukannya mendapati Claude yang berjalan ke arahnya, pemuda itu malah melewatinya begitu saja.

Sky terdiam. Gadis itu tak mengerti kenapa Claude tidak melakukan hal yang di lakukan pria di Drama Korea yang ditontonnya?

Sky mendengus kesal. Bukan kesal pada Claude. Namun kesal pada dirinya sendiri karena berpikir terlalu jauh. Gadis itu bahkan sempat berdecak karena menyadari sesuatu. Pintu masuk ke toko buku memang berada di sebelah mobil Claude, tepat di dekat pintu penumpang yang baru saja Sky lewati. Sky menyusul Claude yang memasuki toko buku.

"Kak, Kakak ...." Sky bingung ingin berkata apa karena ia tak terlalu mengenal Claude.

"Lo mau ke mana, terserah. Gue tunggu disini." Claude mengambil sebuah komik. Sky baru menyadari jika pemuda itu memasuki lorong khusus komik.

"Kakak baca itu?" Sky sedikit tertarik dengan komik yang Claude pegang karena ia juga membacanya secara sembunyin-sembunyi karena teman sekamarnya dulu mengatakan jika Sky sangat membosankan. "Aku baru baca sampe yang nomor dua puluh delapan. Padahal komik itu cuma sampe tiga puluh dua," ujar Sky.

"Gue udah baca sampe nomor tiga puluh. Menurut gue Diana itu ... terlalu naif," ujar Claude sambil membalik halaman komik itu.

"Dia enggak naif. Tapi emang enggak tau harus bersikap apa sama Kanye." Sky membantah apa yang Claude ucapkan.

"Kalo dia enggak naif, dia enggak bakalan diem aja waktu Kanye nyium bibirnya." Claude menutup komik yang ada di genggaman tangannya.

"Tapi Kanye terlalu egosentrisme. Harusnya dia juga liat keadaan Diana waktu itu. Bukan main cium-cium sembarangan di waktu yang enggak tepat!" Sky tidak suka dengan pikiran Claude tentang diana. Menurutnya kata naif itu terdengar terlalu mengejek ditelinganya.

"Maksud lo ...." Claude menarik tubuh Sky yang berdiri dua langkah dari tempatnya. Pemuda itu tanpa permisi, mencium bibir Sky, membuat gadis itu terdiam karena terkejut bukan main. "Kayak gini?" tanya Claude saat ia melepaskan ciumannya dari Sky yang berdiri mematung.

Sky terdiam. Benar-benar terdiam karena ini adalah ciuman pertamanya. Ciuman pertama yang ia jaga untuk pacar pertamanya nanti.

"Lo itu terlalu naif. Kayak Diana." Claude meletakan komik yang ia pegang tadi.

"Dan lo itu egosentrisme!" Sky membalikan tubuhnya setelah ia sedikit berteriak pada Claude. Gadis itu tentu saja sangat marah karena Claude mengatakan ia seperti Diana.

Bukannya merasa bersalah, sebuah senyum miring terbit di bibir Claude. Pemuda itu pun mengejar Sky yang berjalan keluar dari toko buku. "Tunggu!" Katanya sambil menahan tangan Sky.

"Apa?!" tanya Sky ketus. Pertama, ia kesal dengan pemikiran pemuda itu tentang Diana. Kedua, ia menjadi tambah kesal karena Claude mencuri ciuman pertamanya.

"Wow, santai." Claude melepaskan tangannya yang menahan Sky. "Temen gue enggak ada yang suka sama komik. Gue baca itu sendiri," lanjut Claude.

Mendengar kata teman yang terlontar dari Claude, Sky berubah menjadi tertarik. Mungkin ia bisa bertanya tentang Gabe, kakaknya. Gadis itu benar-benar melupakan kejadian barusan.

THE BASTARD UNIVERSE [SKYLAR]✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang