Nada alarm pun terdengar berbunyi nyaring tepat disebelah telinga Daffin. Ia masih setia bermanja manja dengan kasur dan selimutnya.
Jam menunjukkan pukul 04.30 pagi. Artinya ia masih banyak waktu untuk bersiap siap. Ia teringat bahwa hari ini, ia akan menjemput Dira untuk berangkat bersama menuju kesekolah.
Setelah 1 jam bersiap siap didalam kamar, Daffin segera turun ke lantai bawah untuk sarapan pagi bersama keluarganya.
"Pagi Ma," ucap Daffin sambil terseyum.
"Pagi juga Sayang" Tiara pun membalas senyuman putranya itu.
"Ma, Papah sama Kakak mana?"
"Papah sama Kakak kamu, udah duluan berangkat."
Daffin pun mengangguk, lalu melaksanakan sarapan paginya.
Hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu, mereka makan dengan ketenangan.
_____
Disisi lain, Dira masih tidur manja dikasur kesayangannya. Padahal hari ini, ia akan dijemput oleh Daffin. Ia sangat malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Karena ia sudah terlanjur nyaman, lalu ditinggalkan, eak. Canda doang ges.
Jam alarm di handpone nya pun berbunyi keras, sehingga mengganggu dari tidurnya.
Dira beranjak dari kasurnya dengan mata yang 80 persen masih mengantuk, tetapi ia paksakan.
Akhirnya, Dira pun siap untuk berangkat. Hanya tinggal menunggu Daffin saja.
Setelah beberapa saat Dira menunggu kedatangan Daffin, akhirnya pun datang.
"Maaf lama nunggunya ya, Dir?."
"Nggak kok, cuma satu abad."
Mereka pun tertawa renyah hanya karena hal receh.
15 menit pun berlalu, Dira dan Daffin pun sudah sampai di SMA Gharda Utama.
"Makasih ya Fin udah mau jemput aku, hehe" Dira pun tersenyum manis.
Entah mengapa ada desiran hangat ditubuh Daffin, hanya karena senyuman ajaib itu?
Disenyumin aja udah klepek klepek gue batin Daffin sambil senyum senyum tidak jelas.
"Ngapain senyum senyum kamu Fin?."
"Kamu nggak sakit kan?"
"Kamu nggak gila kan?
"Kamu sehat sehat aja kan?."
"Gue nggak papa kok Dir, lagian juga gue masih waras kali." Daffin pun terkekeh diikuti oleh Dira.
"Neng Dira!, cepetan masuk keburu telat malah pacaran mulu gimana sih?!" Teriak penjaga sekolah-Pak Tono yang berteriak sambil tertawa.
"Apaansi Pak kita nggak pacaran kali." Bantah Dira tidak terima.
"Tapi kalian berdua tuh, udah kayak pasangan kekasih artinya udah cocok." Pak Tono pun semakin berbicara yang semakin tidak masuk akal.
"Orang masih kenal kemarin, kok udah dibilang cocok."
"Pak tono ngantuk apa gimana ya?."
KAMU SEDANG MEMBACA
ADIRA
Teen FictionAdira Michelle, dua kata nama itu membuat semua para lelaki jatuh cinta kepadanya. Ditambah juga dengan sikap dinginnya yang luar biasa. Disisi lain juga, Daffa Dirgantara adalah nama yang sudah terkenal dengan ketampanannya disekolahnya. Sikap din...
