'02-Masa Kelam

73 5 3
                                        

Waktu istirahat pun telah tiba, semua Siswa/i berhamburan keluar kelasnya masing masing. Karena sudah tidak tahan dengan cacing yang didalam perut mereka terus berdemo meminta makanan.

"Kekantin yuk, Dir," ajak Tasya sambil merangkul Dira sedangkan Dira kaget dengan perlakuan Tasya barusan.

"Tasya ih, bikin kaget aja!." Dira memutar bolaatanya malas

Rasanya baru saja Dira berkenalan dengan teman sebangkunya itu ya, Tasya. Seolah olah mereka sudah akrab.

Disepanjang perjalanan menuju kantin, banyak Siswa yang berbisik saat mereka berdua melewati koridor Kelas IPA. Tasya yang kini berjalan sejajar dengannya tanpa memperdulikan bisikan bisikan Siswa lain.

Saat mereka tiba di kantin mereka langsung memilih untuk duduk dipojokkan. Akhirnya Tasya yang memesan makanan untuknya dan Dira.

"Dir Kamu mau pesen apa?."

"Aku samain Kamu aja" ujar Dira yang masih sibuk melihat isi kantin.

"Oke, Aku pesen dulu ya," ujar Tasya langsung melenggang pergi dan mengantri untuk memesan makanan mereka berdua.

Setelah beberapa menit menunggu pesanan datang, akhirnya Tasya membawa nampan yang berisikan bakso dan es jeruk. Tasya meletakkan nampan itu dimeja dengan hati hati dan dibantu juga oleh Dira.

Hanya suara dentingan garpu dengan sendok bakso dan suara banyak Siswa yang sibuk menggosip mengisi kondisi kecanggungan mereka berdua.

"Tas, Aku mau nanya boleh nggak?," ujar Dira mencoba mencairkan suasana canggung.

"Boleh dong, kenapa nggak boleh?" jawab Tasya sambil meminum es jeruk yang dipesannya tadi.

"Umm...sebenernya...aduh..." ucap Dira kebingungan harus mengatakannya kepada Tasya yang sedang dihantui rasa gugup dan takut yang menyelimuti dirinya saat ini.

"Tanya aja gapapa, nggak usah gugup gitu," Tasya menatap Dira dengan penuh keseriusan.

"Jadi, kamu tadi denger nggak?" Dira pun bingung harus memilih kata kata untuk menyampaikannya pada temannya itu.

"Denger apa?" Tanya Tasya sambil menyeruput es jeruk miliknya.

"Tadi Kita kan lewat koridor Kelas IPA kan, terus Kamu ngga denger mereka kayak bisik-bisikkin Kita gitu?" tanya Dira panjang lebar membuat Tasya mencerna kata setiap kata yang dilontarkan Dira barusan.

Dengan ekspresi biasa Tasya menjawab "Jujur aja ya Dir, Aku dari dulu emang selalu dikucilin, nggak ada yang mau temenan sama Aku. Aku juga gatau kenapa mereka begitu sama Aku, Aku juga nggak pernah buat salah Sama mereka.

"Terus,?" Dira pun antusias mendengarkan cerita dari Tasya yang membuatnya ingin tau/kepo.

"Emang sih, Aku dari SMP udah banyak yang benci sama Aku, dibully juga pernah, difitnah pun Aku udah pernah, pokoknya semua udah pernah Aku alamin saat Sd.

"Terus Kamu nggak sakit hati gitu, sama orang yang pernah nge-bully Kamu, yang pernah fitnah Kamu?. Terus kalo Kamu dirumah nggak pernah curhat tentang itu sama Ortu?."

Entah apa yang merasuki Dira saat ini, sampai-sampai Ia bertanya panjang lebar tentang kehidupan Tasya.

"Aku nggak pernah curhat masalah ini sama Ortu Aku," ucapnya lirih, sambil menunduk.

"Memangnya kenapa,?"

"Ortu Aku udah cerai, Mereka hidup sendiri-sendiri sama pasangan Mereka, dan Aku sekarang tinggal sama Nenek Aku."

Dira menepuk pundak temannya itu "Yang sabar ya Tas, tuhan pasti punya cara indah buat Kita bahagia kedepannya,"

Tidak terasa bel masuk pun berbunyi, membuat siapapun mengumpat. Masalahnya, waktu istirahat hanya berlaku 15 menit saja. Membuat semua para Siswa/i malas untuk kembali kekelas, tetapi ada juga yang bolos.

ADIRACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang