Aku berbisik tentang harapan
Aku berteriak mengenai harapan
Aku candu pada harapan
Lalu pada akhirnya dikecewakan
Kemudian kesedihan datang
Membawa luka
Mengikis keinginan
Tak lagi mendamba
Aku menginginkan harapan
Berteriak pada-Nya
Bisakah aku membawa kemenangan?
Meminta hasil pada usaha
Tapi lagi-lagi dan lagi
Kecewa tertawa
Aku meringis
Akhirnya memilih menyerah
Cahaya terang itu semakin redup
Meminta gelap untuk datang
Menguasai jiwa
Akhirnya aku tersorot
Aku sudah lelah
Teriakan lantang itu berubah lirih
Tersisa setitik kecil
Namun, jiwaku sudah tidak ada
Aku menyerah
Pada secawan harapan
Dan kampus hijau ini menjadi saksi
Di mana aku memulai harapan
-AmaliaAn, 20 Oktober 2019
KAMU SEDANG MEMBACA
Word(s)
PoetryKumpulan sajak. Kamu suka, aku senang. Kamu tidak suka, aku tidak masalah. . Sesimple itu gengs. Mari bersama-sama kita membaca sambil minum kopi buatan sendiri. . Untuk menyalin. Silahkan cantumin nama pena atau penulisnya ya:) . Jika ada nama 'Ama...
