Bab 3

63 19 7
                                    

"Aaaaaa Astagfirullah," jeritku sambil menutup mata dengan kedua tanganku.

"Apa? Teriak-teriak?" Omel Kevlar

"Please, bisa gak sih kalau ganti baju di kamar mandi bukan di kelas," protesku masih menutup mata.

"Kayak sama siapa aja," gerutunya. "Lo aja kalau lihat badan oppa-oppa aja biasa. Giliran gini, malah teriak," lanjutnya

"Omg, hellow beda ya. Kalau oppa emang harus diliat. Gak diliat mubazir, apalagi ada absnya. Lah elo? Kecil, krempeng kurus, gak berisi huuu," ejekku

"Awas lo ya, lihat aja kalau gue udah gede, udah mbentuk tubuh atletis gue. Lo bakal terpana."

"Ok, besok bakalan gue lihat. Gue tagih sebelum istri lo liat, huahahhaha."

"Udah, udah. STOP! Besok istrinya Dede kan lo Let," kata Elvan yang entah sejak kapan dia sudah ada disana dengan nada santai.

"Gila," umpat kami berdua dan pergi ke lawanan arah.

***

"Gabut," teriakku di dalam ruang kelas yang cukup hening karena pada sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang nge-game di belakang. Ada yang selfi-selfi di depan. Serta ada yang tiduran di bangku dengan menjejerkan kursi.

"Kalian udah baikan belum?" Tanya Elvan kepada Kevlar yang masih dapat kutangkap dengan jelas.

"Biarin aja, palingan nanti udah balik cerewetnya," balasnya datar.

"Enak aja lo bilang. Walaupun udah hafal sifat gue. Lo tuh tetep harus minta maaf sebagai cowok," jelasku.

"Lah, emang salah gue apa?"

"Mana gue tau. Lo kan orangnya gak pernah ngomong, terbuka napa? Kita mau sahabatan 3 tahun lho ya. Aish, au ah terserah." Dan pergi dari kelas untuk mencari udara segar.

"Tuh anak ngapain?" Tanya Vian-teman sekelasku.

"Mana gue tau." Sambil mengedikkan bahu.

Rama
Pagi Let
Lama gak chat ya :v
Kangen gak?

"Orang sinting," gumamku ketika melihat sebuah pesan masuk di dalam ponsel samsungku.

Rama
Kamu online tapi kenapa gak bales?
Aku nungguin lho

"Ish, gangguin aja. Kenal juga enggak," geramku.

"Siapa?" Tanya Dirga penasaran.

"Tau," balasku malas sambil mengedikkan bahu.

***

Satu minggu kemudian.

"Dirumah males nih, pen liburan," gumamku sambil menekan asal saluran tv.

"Jalan-jalan sana," saran ibuku

"Ayo bu," kataku penuh antusias

"Bukan sama ibu. Ajak Dede sama Elvan sana."

"Elvan sibuk, Dede gak tau." Kali ini tentu saja kami sudah berbaikan sebelum liburan kenaikan kelas dimulai.

Temen MTs
Minggu mau ikut gak?
Ada event korea-korea gitu di kota.

Aku
Boleh tuh. Mumpung gue juga gabut

Temen MTs
Tapi gue ngajak 2 temen cowok SMK gue
Gak papa kan?

Aku
Nyamuk dong

Temen MTs
Kan ada 2 cowok, kenalan aja.
Atau lo ngajak temen juga.
Tapi naik bis aja

Aku
Bentar gue tanya dulu.

Disisi lain aku langsung meminta ijin ibu bersamaan mengirim pesan kepada Kevlar. Tentu saja untuk menemaniku pergi. Karena bagiku, dia adalah sahabat dimanapun aku butuh dia pasti ada. Dan pelindungku, karena aku akan merasa aman bila di dekatnya.

Kevlar, ibuku sudah mengenalnya. Sudah beberapa kali Kevlar dan Elvan main ke rumah. Dan ibuku juga mempercayai mereka. Bagi ibuku dia persis sepertiku. Masih anak kecil yang belum berperilaku bar bar seperti teman-teman kelasku.

Aku tahu Kevlar sejak UTS semester 1. Sedangkan dia? Sejak pertama daftar osis. Bisa dibilang 4 bulan kemudian aku baru mengenal dia. Sementara dia, sudah sejak hari ke 3 masuk sekolah.

Di samping wajahnya yang selalu datar, dia juga lumayan dibandingkan laki-laki sekelas. Ada 3 cowok yang menurutku lumayan. Kevlar, Elvan dan Vian. Mereka sepaket, tapi kadang aku yang memisahkannya. Tentang fans, Kevlar memiliki fans yang bahaya. Pintar mengarang cerita, bahkan pernah sekali dulu berbohong mengenai Kevlar yang menembaknya padahal jelas-jelas aku mengenal Kevlar. Dia itu tidak bakal berbicara sebelum ada yang mengajak. Seperti itulah dia. Sedangkan Elvan dan aku, fans kami normal-normal saja tidak ada pandangan sinis seperti fansnya Kevlar.

Aku
De, minggu anterin lihat event korea
di kota ya. Sebenarnya sih gue diajak
sahabat cewek gue, tapi berhubung dia
bawa temen cowoknya jadi gue juga
ngajak lo ya. Gimana?

Dede
Kapan? Jam berapa?

Aku
Bentar gue tanya dulu.

Dede
Si Elvan ikut kagak?
Enakan rame-rame. Seru

Aku
Ajakin lah. Tapi lo tau dia harus
bantuin ibunya

Dede
Yaudah deh gue temenin

Aku
Pakai baju yang keren,
jangan kaos oblong. Sama pake sepatu!

Dede
Padahal enak pakai sandal jepit.
Kagak gerah.

Aku
Ih ini nanti kita ke kota Dede.
Btw, nanti naik bis lho

Dede
Yo,,,

Bersamaan itu, sebuah pesan masuk dengan nama Rama. Tidak berniat untuk ku buka yang sudah mencapai 57+ itu. Maklum sudah 1 minggu tidak aku balas. Berniat tidak menghiraukan pesan itu, tapi karena dirasa ada kata 'korea' segeralah ku buka.

Rama
Minggu mau gak ke kota?
Ada event korea
Puncak acaranya malam
Nanti kita berangkat jam 5
Tak jemput
Tapi share lock ya

Rama, seorang kenalan yang dikenalkan Kenzo. Ketua kelasku. Dia tahu aku seorang fansgirl EXO. Apalagi dia sering melihat statusku yang berisi EXO. Layaknya seseorang PDKT, dia akan membahas apapun yang aku sukai. Salah satunya berbau korea. Dan ini contohnya. Aku hargai usahanya ini.

Aku
Malem? Emang enggak pagi atau siang?

Rama
Iya itu ada
Tapi puncaknya malem
Seru
Ayo

Berpikir beberapa saat kemudian aku menghubungi Kevlar untuk membatalkan agenda itu.

Dede
Kenapa gak jadi?
Padahal malah seru kalau malam

Aku
Gila apa?! Nanti kalau kita diculik?
Ketinggalan bis? Gak jadi aja.
Gak berani gue,

Berpindah kontak dan menolak halus ajakan Rama tadi.

3 SERANGKAITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang