CHAPTER 4 - BH 4

21.7K 483 3
                                    

HAI!

SELAMAT DATANG DI CHAPTER 4

.
.
.

SEBELUM BACA AYO DI VOTE DULU YAH, SUPAYA AUTHOR MAKIN SEMANGAT...

HAPPY READING!

HAPPY READING!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Warning 21+

Yang merasa usianya belum dewasa, ga perlu dibaca, Sebagian dari part ini mengandung adegan dewasa. Mohon kebijakannya dalam membaca.

KINI jam sudah menunjuk pukul 20:04, Arion dan Auristella baru saja masuk ke area gedung apartemen. Wanita itu meminta mengambil beberapa map, setelah keduanya pulang dari rumah sakit.

Keduanya masuk kedalam lift, "Lantai berapa?"

"26, "

Arion mengangguk, "Sebenarnya apa isi Map yang akan kita ambil? Apakah itu persyaratan lagi?" tanya Arion sedikit mengeluh jengkel akan semua persyaratan.

Stella mengangguk sembari tersenyum, "Benar, kalau bisa kita harus menyelesaikannya malam ini karna kemungkinan besok hari yang sibuk"

Arion menghela nafas, yang dari tadi dia lakukan adalah mengangguk dan mengikuti perintah Stella.

Lift menunjuk lantai 20, dan berhenti. Arion dan Stella sama-sama mengambil jarak, membiarkan orang lain mendapat tampat.

Lift terbuka dan memperlihatkan sepasang kekasih muda yang sedang berpelukan dengan bibir yang bertautan membuat keduanya menghela nafas.

Kegiatan sepasang kekasih itu semakin gencar, masuk kedalam lift. Sepertinya dalam kondisi sedikit mabuk, sebelum lift menutup terdengar suara jeritan dan musik yang kuat, pertanda mereka sepasang kekasih muda ini baru saja menghadiri sebuah pesta.

"Ehemm..." Arion menatap Stella seketika saat mendengan deheman wanita itu. Tersenyum manis saat melihat tampak ketidaksukaan wanita itu pada kegiatan mereka.

Sepertinya sadar di dalam lift bukan hanya ada mereka berdua, wanita muda itu mendorong pasangannya kuat hingga tautan bibir mereka terputus.

Dengan wajah merah, gadis itu menunduk, "Maaf Om, tante"

Mimik wajah Stella kembali menunjukkan hal lucu, wanita dewasa itu tampak tidak suka dengan panggilan gadis ini untuknya.

"No problem, but kancing kan kemejamu. Disini bukan hanya ada kekasihmu!" tegasnya.

Ting! Lantai 26 pada akhirnya sampai. Dengan cepat Stella keluar lebih dahulu, "Entah apa yang dipikirkan anak muda zama sekarang, cih. Tidak tau malu!"

BABY HEIR ✔ (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang