Happy reading.
Thx votmen.✖️✖️✖️
"I think he's pregnant."
Mean menghentikan gerakan tangannya yang sibuk dengan lembar kerjaan. Ketika mendengar suara Min. Sosok lain dirinya itu akhir-akhir ini terasa sangat sulit untuk di kendalikan."Apa? Siapa yang kamu maksud?"
Tanya Mean tidak mengerti. Dan berharap bukan lelaki mungil yang pertama kali melintas dalam otaknya."Dia, oh maafkan aku. Namanya saja aku tidak ingat. Tapi ya, dia adalah lelaki yang kamu pikirkan saat ini..."
Ucap Min, yang tidak bisa menyembunyikan tawanya.Mean menggeram, mengepalkan tangannya kuat.
"Percaya padaku. Aku tidak pernah berniat untuk membuat dia hamil. Aku bahkan berniat segera membunuhnya ketika sudah bosan..."
Imbuh Min datar tanpa dosa."Bajingan! Jangan pernah mencoba untuk menyentuhnya lagi, Min brengsek! Kamu sudah berbuat meliwati batas!"
Mean menggeprak meja kerjanya. Min selalu berhasil membuat dirinya menjadi orang yang siap membunuh siapa saja.Sayang nya Mean tidak bisa membunuh Min untuk saat ini.
Masih belum bisa.Min tertawa penuh kemenangan.
"Aku tidak hanya menyentuh Plan. Aku menidurinya lalu menghasilkan anak. Coba kamu bayangkan sangat lucu bukan? Aku akan memiliki anak...""Dan Kamu pikir ini adalah saat yang tepat untuk tertawa?! Brengsek!!"
Pekik Mean semakin memanas."Lalu apa yang harus aku lakukan? Ah, bagaimana kalau aku membunuh keduanya? Bukankah anak yang di kandung Plan itu juga anak kamu, darah daging kita berdua?"
Ucap Min sembari mengitari meja kerja milik Mean."Aku yang akan langsung membunuhmu!"
Mean mendesis sinis.Mean sebenarnya sangat lelah. Selalu menahan emosi dan berusaha bersikap tenang.
Rindu mengalami hidup yang normal. Tidak harus selalu menutupi kejahatan yang sudah di lakukan oleh Min.
Sudah beberapa wanita yang menjadi korban Min. Di culik, ditiduri, bosan lalu di buang bahkan ada yang sempat di bunuh oleh Min. Mengerikan bukan?
Mean berusaha menyimpan tentang Plan dalam-dalam jangan sampai Min dunia hitamnya mengetahui.
Namun, pada kenyataan nya Mean terlalu lemah. Lelaki yang dia cintai sudah menjadi mangsa nafsu bejat Min Phiravich.
"Apa kamu lupa, kalau kita ini satu tubuh? Silahkan saja kalau kamu ingin membuhnku. Aku mati kamu pun ikut mati! Dan kita tidak perlu membuang waktu menyingkirkan satu sama lain..."
Ucap Min santai, mengejek Mean yang hampir saja hilang kendali.Mean mengusap wajahnya dengan tangan, begitu frustrasi.
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku?"Min menaikan alisnya, tidak suka dengan saudaranya yang cepat putus asa. Bosan Min menumpang dagunya pada meja.
"Sepertinya kamu sedang tidak ingin berbasa-basi. Sebaiknya kita sudahi saja pembicaraan ini..."
Imbuh Min tertawa semakin lebar dan mengerikan.***
"Bagus kamu Plan, kamu sudah melakukan hal yang sangat luar biasa. Bukan saja di kurung, dan sekarang pun kamu tengah mengandung anak lelaki iblis itu! Bagus...."
Desis Plan berbicara sendiri.Plan positif hamil.
Plan tertawa meremas rambutnya sendiri sambil mengeluarkan air mata. Sangat menyedihkan. Bayi dalam kandungan nya memiliki sifat Mean yang sangat dominan. Karena demi apapun, anak ini menyiksa tubuhnya.

YOU ARE READING
𝙻𝚄𝚂𝚃 𝙸𝚁𝙾𝙽 𝙱𝙰𝚁𝚂 (𝙴𝚗𝚍) 𝚂𝙴𝙱𝙰𝙶𝙸𝙰𝙽 𝚂𝚃𝙾𝚁𝚈 𝚄𝙽𝙱𝚄𝙿
RomanceSweet 🎯 Sad🎯 Nafsu 🎯 Posesif 🎯 dissociative identity disorder🎯 Aku bahkan jatuh cinta pada seorang yang aku BENCI!! MeanMin. Dia lelakiku. Phiravich X Rathavit.