Rintik hujan kembali membasahi bumi. Aku melihat banyak orang yang berlari kesana-kemari mencari tempat untuk berteduh sejenak agar tidak terkena guyuran tirai hujan.
Suara gemuruh petir mulai terdengar.
Ku pejamkan mataku sejenak. Aku memang menyukai hujan, tetapi aku membenci yang bernama petir.
Suaranya bergemuruh kencang, seolah-olah mereka sedang memberontak marah diatas langit sana.
Secangkir kopi hangat dan ditemani rintiknya hujan. Inilah kegiatanku setiap hari dikala hujan merambah bumi yang sudah tua ini.
♦♦♦
Oke. Sistem vote dan comment sudah dibuka 🍃
{Ps; di next part, jangan pegel-pegel scroll kebawah buat baca. Aku akan mengetik 400+ kata setelah part ini atau bisa juga 900+ kata. Don't leave this story 😉}
TBC!
KAMU SEDANG MEMBACA
Lose
PoetryMenceritakan tentang sebuah kehilangan. Rasa suka yang terpendam. Dan rindu yang tidak tersampaikan. Kalian tertarik membaca tulisan-tulisan ini? Sebuah peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan, peristiwa yang sudah lama ditunggu oleh kalian semu...
