/Daddy isn't too old/

3.5K 233 1
                                        

'Sebelum membaca, hayuk atuh biasakan click tombol kiri bawah dan jangan lupa komen, karena itu berharga bgt buat author'
-Happy Reading yorobun-


Setelah makan aku pun masuk ke kamar ku, aku hari ini tidur di kamar ku yang mewah, ranjang yang nyaman, dengan pendingin ruangan yang sekaligus dilengkapi dengan pemanas ruangan, selimut yang tebal dan juga lampu tidur yang bisa kuatur sendiri sesuai kemauan ku. Sungguh aku belum bisa beradaptasi dengan semua ini, aku hanya ingin kembali ke kamar ku, kamar sederhana tetapi sangat nyaman, kamar dimana aku dulu menghabiskan waktu bersama appa dan eomma, aku rindu mereka. Rindu saat saat aku bersama dengan kedua orang yang aku sayangi. Sangat.

Tidak usah fikirkan eomma mu, makan lah sayang, apakah eomma mu juga peduli kepada mu? Sudahlah makan saja, daddy rasa eomma mu sudah punya uang untuk membeli makanan yang sama lezatnya dengan kita, araseo?" Kata daddy pada ku

Aku pun memikirkan apa yang daddy ucapkan tadi, dan aku merasa bahwa aku rindu eomma.

"Ya Tuhan, tolong jaga selalu eomma disana, tolong berikan eomma kesehatan selalu, tolong biarkan eomma makan makanan lezat dan juga bergizi, berikan lah eomma jutaan rasa bahagia, jauhkan eomma dari orang-orang jahat, amien" minta ku pada tuhan saat aku merindukan eomma. Dan tanpa sadar aku meneteskan air mata.

Tok tok tok

Ceklek....

Daddy masuk ke kamar ku dah duduk di tepi ranjang ku sambil mentap ku hangat.

"Apakah kau menangis?" Tanya nya pada ku

"Aniyo aku aku tidak menangis" jawabku berbohong

"Aish, tidak usah berbohong, ingin cerita sesuatu kepada daddy?" Tanya nya

Aku tidak menjawab apapun, melainkan hanya menunduk. Seperti biasa.

"Boleh daddy berbicara hal penting padamu?" Tanya nya pada ku, serius.

Aku mengangguk

"Sebelumnya daddy ingin meminta maaf kepada mu karena membawa mu kesini secara tiba-tiba, sebelumnya, apakah kau tau pekerjaan eomma mu?" Tanya daddy kepada ku

Aku hanya menggeleng

"Daddy tidak ingin berbicara keburukan eomma mu kepada mu, biar kau tau sendiri, dan kau harus tau, daddy punya alasan kenapa daddy membawa kau kesini, daddy ingin kau tau sendiri nanti saat waktu nya sudah tiba" katanya

"Omong-omong, jangan terlalu kaku dengan daddy, berapa umur mu?" Tanya daddy

"17" jawabku singkat

"Kita hanya beda 5 tahun sayang, daddy 22" balas daddy.

"Baiklah ini sudah malam, kau istirahat lah, daddy tidak mau kau tidur terlalu larut, arachi?" Tanya daddy beserta perintahnya

"Hmm" jawabku

Lalu daddy bangun dari ranjang ku, dan

Chup

Astaga daddy mencium bibir ku sekilas
Lalu daddy mematikan lampu dan keluar dari kmar ku.

Astaga daddy masih sangat muda hahaha kenapa aku tertawa, ku kira daddy sudah tua tapi wajah nya saja yang awet muda hihihi -batin ku .

Sudah pukul 1 Malam Shera masih terjaga, entah apa yang membuat mata nya tak mau menutup, dan banyak hal bergumul di otak nya.

"Apakah Daddy sudah tidur?" Tanya Shera pada diri nya sendiri

Shera memutuskan keluar dari kamar nya dan menghampiri daddy nya yang kamarnya tepat di sebrang kamar shera.

"Daddy?" Panggil shera sangat pelan

Tak ada jawaban, Shera pun memberanikan diri membuka pintu kamar Chanyeol, dan ternyata tidak terkunci,

"Daddy?" Panggil Shera ketika melihat Chanyeol tertidur di meja kerjanya dengan kacamata yang masih menyangkut di wajah tampan nya dengan laptop yang masih menyala dihadapannya.

"Daddy terlihat sangat lelah" ucap Shera iba melihat keadaan Chanyeol tidur dengan posisi yang sangat tidak nyaman seperti itu.

Dengan inisiatif nya Shera mengambil selimut yang ada di kasuh Chanyeol lalu menyelimuti Chanyeol, lalu melepaskan kacamata yang sedari tadi hinggap di wajah Tampang Seorang Park Chanyeol. Tampa sadar Shera mengelus pipi chanyeol dengan lembut.

"Selamat malam daddy, semoga kau tidur dengan nyenyak, aku keluar dulu" ucap Shera lalu ia keluar meninggalkan kamar Chanyeol.

Flashback

"Daddy?" Chanyeol mendengar ada seseorang yang memanggilnya dari luar kamar .

Ia melihat pintu kamar nya terbuka dan ternyata sosok yang memanggil nya adalah Shera, ia tak bermaksud apa-apa tapi sebuah ide muncul di benak nya

"Aku akan pura-pura tertidur saja" kemudian chanyeol menutup mata nya dan meletakan kepala nya di meja kerja

"Daddy terlihat sangat lelah" ucap Shera iba melihat keadaan Chanyeol tidur dengan posisi yang sangat tidak nyaman seperti itu.

"Gemas sekali anak ini mencemaskan ku" batin Chanyeol menahan senyum nya ketika mendengar penuturan Shera tadi.

Tubuh Chanyeol terasa hangat, dan yap! Benar sesuai perkiraan Chanyeol, bahwa shera menyelimuti nya. Dan. Tangan halus itu.

"Astaga, tangan nya sangat halus, aku menyukai tangan nya ketika mengusap wajah ku seperti tadi" monolog Chanyeol saat shera mengelus pipinya.

"Selamat malam daddy, semoga kau tidur dengan nyenyak, aku keluar dulu" ucap Shera lalu ia keluar meninggalkan kamar Chanyeol.

"Selamat malam sayang" balas Chanyeol hampir tak terdengar.

Setelah Shera keluar dari kamar nya, Chanyeol pun menyudahi akting nya tadi.

"Astaga, tangan nya lembut sekali, aku menyukai nya, sangat." Ucap Chanyeol
.
.
.
.
.

Woyy!! Gue ngegas ni
Ayo dong vote dan comment nya
Jangan sider dong huhuhu
Sedih sumpah cape cape nulis di sider in

No, Daddy please! (End) || PARK CHANYEOLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang