Chapter 6

48 9 16
                                    

Hari ini hari Minggu. Karena kemaren kan hari Sabtu. Yaiyalah bego.

Dan seperti biasanya, gue udah jadi kayak ibu-ibu rumah tangga, ibu gue masak, sementara gue nyuci baju. Tiba-tiba ibu gue teriak.

"Rahmaa!! Itu diluar ada tamu coba bukain pintunya!!" Teriak ibu dari dapur.

"Asiappp"

Gue langsung kedepan, buat bukain pintu. Kira-kira siapa ya?

Ceklekk.. (Anggep aja suara pintu lahh:v)

"Eh anjirr Elsa?!" Pekik gue kaget.

"Kenapa?" Tanya Elsa bingung. Dia bawa tas, gedee banget. Apa sih?

"Ini apa sih?" Tanya gue kepo tingkat dewa. Sambil meraba-raba tas itu.

"Sesuatu. Udah keluarin di dalem aja!" Kata Elsa sedikit bar-bar. Apasih. Elsa pun melangkah masuk rumah gue.

"Ini tuh informasi tentang Muhammad Alex Alba a.k.a Hueningkai a.k.a Taeyong a.k.a Perfect Boy a.k.a Ab52 a.k.a MAH." Jawab Elsa sambil beranjak duduk. Ekspresi gue yang tadinya datar aja langsung berubah kaget + seneng.

"Eh beneran!!"

"Ehmm mau gue bacain nggak?" Raut wajah Elsa berubah serius. Gue langsung jadi agak takut. Soalnya wajah Elsa emang nyeremin. Eh nggak ding. Bercandaa wkwk.

"Ehmm.. nama lengkapnya Muhammad Alex Alba. Anak kedua dari pasangan Felix Adhyaksa dan Rania Putri Permatasari. Dia lahir tanggal 25 November 2001. Kakaknya cewek, namanya Fioagatha Driya Permatasari. Suami kakaknya dari Korea Selatan cuyy, namanya Soo Lee Hin. Makanan kesukaan Alba tuh makanan yang berbau coklat lah intinya. Warna favoritnya biru, putih, sama hijau. Tinggi badan Alba sekitar 179 cm. Berat badannya 58 kg. Hobinya nyanyi sama baca novel plus main piano. Rumahnya sekitar 1 km dari sekolah. Tepatnya depan toko Alfamei. Warna cat rumahnya orange. Ukuran sepatunya 45. Bapaknya dokter bedah dan ibunya perawat." Jelas Elsa sangat lengkap yang membuat gue menganga lebar.

"Dan yang paling penting, GUE PUNYA KONTAK WHATSAPP NYA ALBA ANJIRR HUWAAA BIYUNGGG!!!!" Pekik Elsa dramatis. Suara teriakannya membuat dinding rumah gue jadi agak bergetar. Bahkan membuat gue hampir aja serangan jantung gara-gara kaget. Sepersekian detik kemudian tubuh Elsa berguncang-guncang tak karuan yang membuat kursi yang kita duduki kayak hampir jebol. Ya Tuhan, kenapa temen gue agak nggak waras gini ya?

"Lo mau minta nggak?" Tanya Elsa setelah pulih dari kegilaannya tadi

"Boleh deh."

"Nih catet ya!" Elsa menyodorkan secarik kertas kecil yang berisikan barisan angka yang merupakan nomor Whatsapp Alba. Gue diem-diem senyum. Membayangkan betapa dia sudah hampir dekat dengan gue. Aww.

"Rahmaa ini cuciannya diterusin dulu!!" Teriak ibu gue.

"Iya bu!!!" Jawab gue lalu menoleh ke arah Elsa, "Lo nggak papa kan ditinggal sebentar?"

"Gue mau langsung pulang aja." Kata Elsa kemudian beranjak dari tempat duduk yang ia duduki.

"Hati-hati ya! Jangan ngebayangin Alba aja, nanti nabrak loh!"

"Iya iya."

                         ******

Gue baru aja selesai dari rutinitas hari Minggu dan baru aja selesai mandi. Dari tadi nggak sempet buka hape deh. Gue pun lalu membuka hape, pukul 17:14. Tiba-tiba, salah satu teman sekelas gue, Afif, ngirim pesan ke gue.

 Tiba-tiba, salah satu teman sekelas gue, Afif, ngirim pesan ke gue

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bersambungg wkwk:v





Author's Note:

Di Chapter selanjutnya, author akan memberi kalian foto para cast yaa, bukan lanjutan part:)







My Perfect BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang