CHAPTER 3-B

711 78 18
                                    

"Aku pulang" ucap Jimin, saat ia memasuki apartement.

"Selamat datang" sambut Yoongi, yang hari ini berpakaian sangat rapi seperti ingin pergi ke suatu tempat.

"Selamat datang, Jimin-ssi". Seorang wanita menyambutnya dari dalam apartement, "Maaf mengganggu", lanjut wanita itu lagi sembari membawa dua minuman hangat dari dalam dapur. Wanita itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah, Shin Suran, editor pribadi Yoongi.

"Ah, tidak kok" Jimin menimpali ucapan Suran. Jimin menatap Yoongi yang berpakaian sangat rapi, "Apa Suga hyung ada acara?" tanya Jimin yang penasaran.

Yoongi menjawab pertanyaan Jimin, "Kerja. Ada interview untuk beberapa penulis di hotel Hilton" katanya sembari merapikan dasinya sendiri.

"Dimana itu?" tanya Jimin lagi.

Suran terkekeh dengan pertanyaan Jimin, "Lain kali Jimin juga harus ikut. Oh ya, aku punya oleh-oleh untukmu!". Suran berlari kecil ke sofa ruang tamu, mengambil sebuah kotak ungu yang terdapat pita diatasnya.

"Hari ini coklat Belgia. Mudah-mudahan kau suka" katanya, sembari memberikan kotak itu kepada Jimin.

Jimin menerima coklat itu, "Terima kasih" ucapnya dengan riang.

"Jimin, aku mungkin akan makan malam di luar. Kau bisa makan malam sendiri'kan?" Kata Yoongi kepada Jimin.

'Ting tong' bel berbunyi, Suran menghampiri suara itu.

"Iya hyung" Jimin menjawab perkataan Yoongi tadi.

"Tuan, taksinya sudah datang!" ucap Suran dari luar dengan suara yang sedikit lantang.

"Oke" kata Yoongi, "Aku pergi dulu" lanjutnya kepada Jimin.

"Hati-hati di jalan" Ucap Jimin sembari menaruh tasnya di atas sofa.

"Ah tuan, dasimu kurang rapi nih" Suran menghampiri Yoongi dan merapikan dasinya, Yoongi hanya diam dan menurut saat Suran merapikan dasinya.

Jimin melihatnya, dia memperhatikan saat Suran merapikan dasi Yoongi.
"Hentikan! Tidak boleh!" Jimin membatin dalam hatinya. "Jangan sentuh dia! Jangan biarkan wanita itu menyentuhmu! Satu-satunya yang boleh kau sentuh hanyalah..."

Yoongi melihat Jimin yang sedang melamun, "Jimin, ada apa?" tanyanya.

"Tidak kok" jawab Jimin dengan pandangan kosong ke arah Yoongi. Yoongi mendekati Jimin, tangannya terangkat untuk menyentuh rambut Jimin.

Jimin membatin lagi, "Sentuh aku! Seperti yang selalu kau lakukan. Cepat!". Sebelum tangan Yoongi menyentuh rambut Jimin, Jimin tiba-tiba menunduk, membuat tangan Yoongi berhenti bergerak dan mengambang di udara.

"Tuan! Ayo kita berangkat!" ucap Suran mengajak Yoongi untuk berangkat secepatnya. Yoongi menurunkan tangannya yang terambang. Suran berbicara lagi, "Beliau sangat sensitif dengan waktu lho!"

"Aku berangkat" Kata Yoongi kepada Jimin. Jimin hanya bergeming dan membatin lagi, "Hati-hati di jalan". Dan pintu pun tertutup, meninggalkan Jimin sendirian di dalam kamar apartement.

Sementara itu di luar apartement, Suran berbicara, "Ah, mau hujan" katanya sembari melihat langit yang gelap. Dan Yoongi secara tiba-tiba berhenti berjalan dan menoleh kebelakang memandangi gedung apartementnya.

Di dalam apartement Jimin sedang sibuk mencuci piring, sembari melamun dan berbatin dalam hatinya tentang apa yang dia rasakan saat ini.

"Alasan jantungku terasa berdebar-debar, perutku teraduk, dan juga kesal adalah karena pada saat itu, kupikir mereka adalah pasangan yang serasi."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 11, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pure-Hearted Romantica {YOONMIN}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang