Menemani malam hingga pergi mempersilakan pagi hadir
Rasanya aku ingin mencegahnya
Aku ingin ajak malam menjadi serakah Beberapa saat
Beberapa bulan
Hingga berlama lama semesta tak suka lagi pagi adaSetiap malam itu aku ingin menjadi milik kedua manusia
Bercerita menyaksikan andai-andai itu bisa digapai dengan gandengan tangan
Tatapan rehat meminta pelukan erat pada pagi yang mengikat gerak
Kaku sejak lamaUsapan rambut duduk dengan gelas aroma teh hijau
Manisnya memandang ketika masih dalam dekapan
Angin tergelitik menggoda kita yang terbuai suasana
Sama sama mengelak ketika pagi memohon kembali adaKami ingin berleha saling bersandar
Kalau pagi kami sama-sama hilang tak ingat berdua
Syahdunya jika ini kenyataan malam bersedia
Sayangnya dia dengarkan ucapan pagi yang memelasKami mengikis keras isi kepala
Tak ingin pagi datang segera
Biarlah,
Pagi nanti kami rela menuruti kemauan dunia
Esok malam kami bebas lagi dengan tangan saling menggenggam
Andaiku segeralah nyata

KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Hati
PoesíaKumpulan puisi yang memiliki makna di setiap katanya. Ada juga cerita yang direkam menjadi memori yang siap untuk dituangkan. Puisi adalah ekspresi hati yang bisu untuk dunia yang semakin abu.