❝We're in a very weird and strange relationship.❞
Bae Joohyun bersaksi, bahwa kisahnya dengan Kim Taehyung sudah berakhir dan tidak ada lagi yang dapat membuat simpul benang merah mereka kembali terjalin.
Akan tetapi, kehamilan Joohyun mengubah sega...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Oke, mari kita tata baik-baik rencana untuk segera keluar dari kandang harimau ini." Joohyun menatap pantulan dirinya sesaat pada cermin sebelum berjalan mondar-mandir mengelilingi ruang ganti pakaian.
Telunjuk wanita itu ngelus dagunya beberapa kali, "Pertama, ikuti semua yang dikatakan cecunguk itu dan bertindak seakan kau adalah boneka tali yang dibuat oleh Geppetto. Karena dengan begitu, cecunguk itu pasti akan melepaskanku lebih mudah dan lebih cepat dari perkiraannya. Kedua, jadilah setan yang merusak kepercayaannya lagi sekaligus menghancurkan hubungan keluarganya lagi, karena dengan itu dia berpikir kalau semua rencananya tidak berhasil dan ia segera melepaskanmu."
Kerutan pada dahi Joohyun semakin dalam, "Rencana terakhir, curi semua harta benda yang cecunguk itu punya lalu kabur ke Prancis dan segera mengganti identitas sebagai Irene Domani. Melanjutkan hidup di sana lalu melahirkan anakku di sana. Bahkan jika perlu mencari ayah bule untuk anak ini."
Detik selanjutnya, langkah wanita itu terhenti. Kedua manik teduhnya jatuh pada perutnya yang masih rata lalu bergerak untuk mengelusnya lembut. Ah, suasana hatinya tiba-tiba saja keruh mengingat realita yang mengekuh dirinya dan juga anak yang ia kandung.
Meski ukuran janin yang ia kandung masih sebesar ibu jari, Joohyun dapat merasakan kesedihan mendalam yang di alami oleh calon anaknya tersebut. Ia bahkan belum lahir tapi sudah harus menelan realita pahit bahwa ayah kandungnya sama sekali tidak menginginkan kehadirannya.
Memang dasar Kim Taehyung brengsek.
Kedua ujung bibir Joohyun terangkat kecil seraya terus mengusap perutnya tersebut. "Tenang saja, Aegi-ya. Ibu akan menjadi seorang ibu yang keren untukmu sekaligus menjadi sesosok ayah yang luar biasa untukmu. Tenang saja, ibu juga akan menendang bokong lelaki bedebah itu jika ada kesempatan, oke?"
"Kau tidak perlu khawatir, tendangan Ibu cukup untuk mengantarkan lelaki brengsek itu untuk menemui Tuhan."
Wanita itu terkekeh pada monolognya yang terakhir. Sepertinya pembicaraan ibu dan anak ini berakhir positif dengan suasana hatinya yang juga pula membaik. Belum lama ia menikmati suasana hati yang kini cerah dan menyenangkan layaknya musim semi, tiba-tiba saja pintu ruang ganti tempat ia bersemayam sedari tadi terketuk.
"Kau ini mencoba gaun pernikahan atau rapat direksi, sih? Cepat keluar! Ibuku datang menyusul di ruang tunggu."
Ah, pemilik suara itu. Hanya cukup suara, namun suasana hati Joohyun kembali keruh seakan terdapat tornado, angin puting beliung, tsunami, gempa bumi, guntur-dan berbagai bencana alam yang menyeramkan lainnya.
Tidak ada yang pernah mengatakannya namun Joohyun yakin bahwa para malaikat sekarang sedang menertawai nasibnya seraya bersorak, "I hate you 3000." padanya.
Mendengus kasar sejenak sebelum keluar dari ruang ganti, manik Joohyun dijajakan dengan pemandangan mantan kekasihnya dengan balutan jas berwarna putih dengan poni rambut yang sedikit menyamping sehingga memperlihatkan kening mulus milik lelaki Kim itu. Oh astaga, Joohyun semakin benci dengan realita bahwa ia mengakui ketampanan dari mantan kekasihnya itu-soon to be husband. And even sooner, to be her former husband.