4 | The Preparation

3.2K 472 194
                                        

"Kau yakin akan ke Cali?" Taehyung memandang Joohyun tidak yakin, menggenggam tangan Joohyun lembut seraya mengelusnya beberapa kali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kau yakin akan ke Cali?" Taehyung memandang Joohyun tidak yakin, menggenggam tangan Joohyun lembut seraya mengelusnya beberapa kali. "Tinggal di sini saja, ya?"

Joohyun mengangguk cepat, "Tidak bisa, Taehyung. Aku harus melanjutkan pendidikanku di sana." ia mengekuhkan pandangan pada pualam gelap Taehyung, berusaha mendapatkan persetujuan dari lelaki itu.

Taehyung tidak menyukai rencana ini sesungguhnya. Obisidiannya bergerak mencari jawaban atas keputusannya pada manik Joohyun yang cerah. Dari sana, ia dapat melihat keyakinan yang besar terpancar dari manik wanitanya.

Seketika, lelaki itu menghela napas berat. "Baiklah jika itu mau-mu. Temui sepupuku yang kebetulan sedang menetap di sana. Jangan sungkan jika kau membutuhkan bantuannya." Taehyung mengulas senyum tipis seraya mengelus lembut surai kelam Joohyun. "Nama sepupuku, Kim Junmyeon."

.

.

.

.

.

Hal yang paling tidak mengenakan dari mengandung terlebih pada semester awal adalah suasana hati yang terus bergejolak seperti laut pasang. Mengidam dan morning sick memang menyebalkan, belum lagi ditambah dengan indra penciumannya yang semakin sensitif hari demi hari. Namun semua itu tidak berbanding apa-apa ketimbang perubahan suasana hati yang ia rasakan.

God, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak ia menangis tanpa sebab dan marah-marah hanya karena persoalan kecil. Astaga, Joohyun benci itu.

Dan Joohyun lebih benci lagi karena ia harus mendatangi gedung tempat pernikahannya di saat suasana hatinya tengah kacau balau, plus kembali bertemu dengan si cecunguk Kim itu.

Netra Joohyun menyapu ke sepenjuru ruangan. Ornamen serba putih menghiasi setiap sudutnya, meja makan panjang untuk tamu undangan sudah ditata sedemikian rupa, berbagai bunga berwarna ungu menghiasi setiap meja dan pilar di gedung itu.

Pernikahan ini sempurna, namun tidak dengan pembelainya.

Joohyun menyeret pandangannya pada lelaki yang berdiri berjauhan dengannya; Taehyung. Lelaki itu memakai pakaian formalnya, tampaknya lelaki itu baru saja pulang dari kantor. Rambut gelap lelaki Kim itu terurai berantakan, namun belum dapat mengikis ketampanan yang dimiliki olehnya.

Benci untuk Joohyun akui, namun Taehyung selalu memiliki tempat tersendiri di hatinya.

Yah, sebagai mantan yang paling ia benci sekaligus mantan terindah.

Kalau Taehyung sendiri, Joohyun tidak yakin soal itu. Melihat dari bagaimana Taehyung memperlakukannya jelas membuat Joohyun yakin ia tidak lagi berada di hati cecenguk itu. Namun jika berada di fesesnya, mungkin iya.

EX'PLORATIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang