05 : OUR HABITS
2 years later.
Pagi-pagi, Jeongin bangun. Bersihkan kamar. Mandi. Ya, seperti biasanya. Turun kebawah, siapkan sarapan.
Secara tidak sadar buat dua porsi. Jeongin ngutuk dirinya karena kebiasaannya masih ngikut. Lalu akhirnya memakan dua-duanya. Duduk termenung setelah menghabiskan. Tangannya ngutik handphone. Habis itu kaget karena tangannya hampir menelfon Hyunjin.
Sialan. Kebiasaan sialan. Jeongin harus cepat-cepat ambil kunci motornya karena menghabiskan waktu termenung layak orang gila.
Disisi lain, Hyunjin juga begitu.
Bangun pagi. Mandi. Lalu langsung berangkat pergi tanpa sarapan. Pada saat diperjalanan, baru sadar Beomgyu tidak pernah menyiapkan sarapan untuknya. Tidak seperti Jeongin.
Hela nafas. Kebiasaan tetap muncul. Kalau begini caranya, Hyunjin harus menahan lapar hingga siang.
Saat lampu merah, Hyunjin ngelamun. Itu buat dirinya belok kearah kanan, kearah rumah Jeongin. Padahal rumah Beomgyu arah kiri. Baru sadar ketika sudah masuk perumahan Jeongin. Hyunjin pukul kepalanya kesal, sudah berapa kali dirinya begini?
Sudah berapa kali dirinya ingat Jeongin terus di setiap langkah yang diambil?
Namun, Hyunjin yakinkan terus menerus bahwa tidak ada lagi hubungan dengan masa lalu. Jeongin juga begitu.
Keduanya sudah saling merelakan. Sudah tidak menyukai. Hyunjin sudah punya pengganti, Jeongin tetap berpegang teguh sendirian. Mereka sudah pilih jalan beda.
Even if their habits still haunts them.
KAMU SEDANG MEMBACA
Leave It / Hyunjin, Jeongin
Fanfiction( completed ) jeongin and hyunjin will never be fine. → written in bahasa, bxb
