Katanya waktu dapat membawa pergi rasa,
tapi sayangnya tak bisa mengubah isi hati.
Katanya waktu memberi ruang untuk sembuh,
tapi sayangnya tak memberi kesempatan untuk kembali.
Katanya, kalau tak dikatakan, rasa akan berubah dengan sendirinya.
Jangan terlalu dipikirkan, katanya.
Jangan sering dibicarakan, katanya.
Tapi hingga sampai di titik inipun, tak ada yang berubah.
Tak berkurang barang setitikpun.
Tak berubah barang sesentipun.
Masih sama,
persis,
seolah tak bergerak.
Padahal tak ada yang memberi asupan untuk bertahan.
Wahai, rasa, bukankah sudah kelewat batas kini?

KAMU SEDANG MEMBACA
Jurnal Rasa
PoesíaKatanya cinta itu indah? Ada juga yang bilang, cinta itu sakit. Guess who's right? Nyatanya, cinta itu perpaduan berbagai rasa yang harus seimbang tiap sisinya. Tak bisa terlalu manis, tak boleh terlalu pahit. Tak apa bersedih beberapa jenak, tapi j...