Di tengah ingar bingar ini,
lucunya kepala ini masih penuh dengan wajahmu meski si bibir tertawa.
Di tengah hiruk piruk ini,
lucunya mata ini masih mencari rupamu meski si bibir tersenyum lebar.
Di tengah kebisingan ini, kasih,
lucunya kamu masih menjadi si penyita perhatianku,
lucunya kamu masih menjadi si pembawa rindu,
lucunya aku masih tidak bisa beralih,
lucunya, aku, masih saja menjadi aku.
Dan kamu, akan tetap menjadi kamu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jurnal Rasa
PoetryKatanya cinta itu indah? Ada juga yang bilang, cinta itu sakit. Guess who's right? Nyatanya, cinta itu perpaduan berbagai rasa yang harus seimbang tiap sisinya. Tak bisa terlalu manis, tak boleh terlalu pahit. Tak apa bersedih beberapa jenak, tapi j...
