Wen RuoHan sedang berusaha duduk di tempat tidur besar itu. Pria itu benar-benar merasa badannya remuk semua.
Wen RuoHan menunduk untuk melihat kondisinya. Begitu banyak tanda merah di sekujur tubuhnya.Nie MingJue benar-benar buas, sesuai dengan lambang sekte nya itu.
Perlahan dia mengambil jubah tidur miliknya yang teronggok di lantai. Pria itu berjalan menuju balkon yang ada di kamar Nie MingJue.
Sepertinya semalam Nie MingJue mengatakan kalau hari ini dia akan mengadakan rapat dengan para Tetua sekte Nie. Sehingga pagi ini dia tidak melihat keberadaan Nie MingJue di sampingnya.
Wen RuoHan tersenyum saat matanya menangkap sosok Nie MingJue baru keluar dari aula, pria itu langsung pergi ke arah lapangan tempat murid-murid Nie berlatih.
Kamar pria itu terletak tidak jauh dari aula, Nie MingJue sengaja merancangnya agar dirinya lebih mudah pergi ke aula.
Saat Nie Zhongzhu itu menghilang dari pandangan, Wen RuoHan tiba-tiba mendengar pembicaraan dari para tetua Nie yang telah keluar dari aula.
“Kenapa Nie Zhongzhu bersikeras tidak akan menjatuhkan hukuman mati pada Wen RuoHan? Apa ketangkasannya sudah mulai terkikis?” seorang tetua yang lebih tua dari yang lain mempertanyakan keputusan Nie MingJue.
“Apa mungkin Wen RuoHan sudah memanipulasi pikiran Nie Zhongzhu? Kudengar dari para pelayan kalau Wen RuoHan saat ini berada di ruangan pribadi Nie Zhongzhu.” Sahut yang lainnya.
“Benar-benar memalukan, menganggap diri sebagai orang yang menentang segala jenis pelanggaran kebaikan tapi dia melindungi orang yang menjadi penyebab terbunuhnya Nie Zhongzhu terdahulu.” Tetua yang paling tua itu mulai memberikan hinaan pada Nie MingJue.
Wen RuoHan mengepalkan tangannya mendengar perkataan tetua itu.
“Tetua Zhang, Nie Zhongzhu tidak bersalah. Orang yang seharusnya disalahkan itu adalah Wen RuoHan. Karena dia yang mempengaruhi pikiran Nie Zhongzhu agar tidak memberinya hukuman mati.” Sebagian besar para tetua mengangguk setuju.
“Bahkan para sekte lain sudah mulai menaruh kecurigaan pada kita. Mereka berpikir jika Nie Zhongzhu sengaja menyimpan Wen RuoHan di sisinya untuk memulai rencana teror selanjutnya.” Kali ini semua tetua mengangguk setuju.
“Padahal Nie Zhongzhu ingin membuat sekte ini menjadi lebih kuat dan digdaya, tapi dengan keberadaan Wen RuoHan di sisinya. Semua orang akan beranggapan jika dia memiliki ambisi yang sama dengan Wen RuoHan.”
“Tetua Zhang, apa yang akan kita lakukan sekarang? Tugas kita adalah menjaga keutuhan sekte ini.” Tetua yang lebih tua itu hanya menggeleng, dia sendiri juga tidak tahu bagaimana caranya.
Tidak ada yang berani menentang keputusan Nie MingJue.
Wen RuoHan kembali masuk kedalam kamar Nie MingJue, hatinya bergejolak marah. Dia mengerti benar apa yang dimaksud oleh para tetua itu.
Dia marah pada dirinya sendiri, keputusan yang di ambilnya untuk menjadi kultivator jahat sudah menjadi batu sandungan bagi Nie MingJue. Wen RuoHan menyesali keputusan sesaatnya kala itu.
Wen RuoHan tidak akan membiarkan siapapun menganggap Nie MingJue sebagai kultivator jahat seperti dirinya.
Lalu bagaimana dia membereskan semua kekacauan yang telah di perbuatnya?
Lama dia berpikir hingga ide gila tiba-tiba terlintas di pikirannya. Wen RuoHan mencoba untuk memantapkan hatinya melakukan rencana ini. Berharap Nie MingJue akan memaafkannya lagi.
********************************
Hari mulai terik, murid-murid yang berlatih juga sudah mengucurkan keringat. Tetapi para murid itu tidak berani meminta Nie MingJue menghentikan latihan meskipun hati mereka ingin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love you Hate you
FanfictionSummary: Wen RuoHan tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Kenapa semua hal yang berhubungan dengan Nie MingJue sanggup membuat otak cerdasnya menjadi tumpul? Hanya untuk mendapatkan kembali tatapan itu, Wen RuoHan bahkan rela menjadi seorang K...
