ting.......
*notifikasi handphone taehyung
irene
dimana chagi? udah dateng???
read
Dijalan.
read
Taehyung menutup hp nya, kemudian menyimpannya di dalam saku dan kembali menyetir mobilnya perlahan namun pasti.
*-------------*
"Jen! cepet, gada waktu!"
"keburu suami lu kepatok uler."
Suara keras itu terdengar dari lantai bawah, melihatkan rose dan lisa yang sudah siap untuk mengantar jennie ke pesta ulang tahun irene.
"Sabar dih!"Balas jennie
Beberapa detik kemudian....
"eh, sini dong bantuin cariin gw baju yang bagus!!"
lisa dan rose menepuk kepala mereka bersamaan. Bagaimana tidak, sudah setengah jam mereka menunggu jennie dan ternyata Jennie belum siap sama sekali.
"hem, apaan?"lisa menaruh tangannya di pinggang dan stay di pintu, sedangkan rose sudah berada di samping jennie.
"bantuin...Huhuhu"
lisa menarik nafas panjang,"semua baju yang lu pake itu bagus, jen."ucap lisa
Jennie menundukkan kepalanya sedikit"gw mau lebih cantik dari irene, jadi bantuin gw."
"Yaudah, percayain sama kita."rose merangkul bahu jennie dan mengkode sesuatu kepada lisa.
********
TIIIN
Tiiin!
Suara klakson mobil kim taehyung sudah sampai di sebuah restoran mewah dengan dekorasi pesta berwarna merah dan kuning.
"Ternyata benar disini tempatnya"
Beberapa menit lalu telah terbuang akibat jarak antara parkir mobil dan restoran itu cukup jauh.
"Halo chagi! akhirnya datang juga."irene melambai
"Pastilah, kamu kan sekarang pacarku sayang."sambil mencubit pipi irene perlahan
"eum,tapi kamu gak dateng sama j--"
"Shuuut! jangan keras-keras"
"iya deh, kamu masuk dulu. Nanti aku nyusul ya!"
"tentu sayang."tersenyum
*****
-joy pov
"Akhirnya semua berjalan lancar, walaupun menyakitkan haha."
Aku melangkah pergi ke suatu tempat yang harus dikunjungi. Aku berharap dengan itu, rasa pedih ini akan hilang. Dengan menolongnya, itulah jalan satu-satunya agar budiku terbalaskan.
Tidak peduli sesedih apa, sesakit apa. Ku kira memang bukan dia jodohku.
"Maaf Xiumin, tapi aku harus membakar mu."
"ah, aku ini! maksudnya membakar kenangan bersamamu."
Aku tersenyum tipis, kemudian mengambil foto-foto xiumin yang diam-diam ku koleksi tanpa sepengetahuan siapapun.
Aku memasukkannya ke kardus yang berlogo 'di buang' dan mengikatnya dengan Selotip bening. Lalu menaruhnya di tempat sampah depan pintu rumah.
"akhirnya kau mengerti joy."ucap Sehun oppa, kakak sekaligus keluargaku yang masih tersisa sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
My enemy is my husband {Taennie}
RomanceStop ! cukup halunya Sekarang mending kita ngeshipin hubungan mereka di cerita ini ! maap ya kalo ngawur ceritanya...
