Aisyah POV
Hari ini Aku memasak makanan kesukaan suami dan anak-anakku yang sudah matang sedari tadi.Tapi mengingat sudah waktu pulang sekolahnya Alimah, Alimah belum juga pulang.
Lantas Aku berinisiatif untuk menelfonnya. Namun yang Aku dapati hanya jawaban dari sang operator.Aku khawatir, jika ada sesuatu yang terjadi dengan anakku bagaimana!
Lalu Aku pun menyusul Alimah ke sekolah yang lumayan jauh dari rumah, sehingga Aku memutuskan untuk menggunakan mobil dari kado Sang Suami atas perayaan hari ulang tahun pernikahan Kita yang ke-16. Sungguh Aku senang sekali jika mengingat kejadian itu. Rasanya Aku tak berhenti bersyukur memiliki suami seperti Mas Fahri.
Di sekolah
Aku memasuki gerbang sekolah dan mencari ruangan MPLS yang pernah di ceritakan oleh Alimah.
Di depan kelas itu Aku melihat seorang siswa laki-laki yang sepertinya menjadi salah satu anggota pengurus OSIS, Aku pun memutuskan untuk berjalan mendekati dimana Dia duduk. Dan mulai bertanya.
"Permisi nak, boleh saya bertanya?" tanyaku.
Dia pun menoleh ke arah Aku berdiri dan menerawang seakan Dia tahu apa maksud pertanyaanku.
"Silahkan tan, mau cari siapa?" Dia kembali bertanya.
"Perkenalkan nama tante, Aisyah. Tante mau cari anak tante nih yang baru kelas 10 yang bernama Alimah, Apa kamu tau nak?"
"mohon maaf tan, kalau boleh tau siapa nama lengkapnya? " tanyanya.
" Halimah Tussa'diyah, Dia dapet ruangan Delima kalau ngga salah nak. "
" Delima? itu berarti Dia Junior yang dibimbing oleh saya tan, " jawabannya
" oh kalo begitu Kamu tau Dia ada dimana?"
"ngga tau tan, tapi semua peserta MPLS udah pada pulang sejak 1 jam yang lalu, " jawabnya.
Deg
Dia bilang sudah satu jam yang lalu pulangnya? Tapi kemana Alimah sekarang?"apa Kamu benar-benar tidak melihat Alimah kemana?" tanyaku dengan mata yang berkaca-kaca.
"iya tante, soalnya pas waktu peserta MPLS pulang, ada perkumpulan pengurus OSIS. Jadi Saya gak tau tante," jelasnya.
"Lalu dimana Alimah?! Aku takut terjadi sesuatu padanya, bagaimana kalau Alimah benar-benar hilang?! Apa yang harus tante katakan pada ayahnya Dia?" tangisku pun meledak, tak tahu lagi harus melakukan apa.
"udah tante tenang dulu, jangan langsung nyerah. Semua pasti ada petunjuknya," ucapnya seraya menenangkanku.
"bagaimana kalau kita cari Alimah di sekitar sini? "
Lanjutnya." kamu benar nak, ayo kita cepat pergi mencari Alimah! " kataku dengan bersemangat.
Lalu Aku dan Ahmad pun pergi ke tempat parkiran dimana mobilku berada dan bergegas mencari keberadaan Alimah.
Di jalan, Aku menengok ke kanan dan ke kiri dengan kecepatan mobil yang rendah.
Beberapa saat kemudian, Aku melihat gudang kosong yang memang kelihatannya bekas toko baju yang sudah lama tidak dipakai di dekat jalan raya.
Aku curiga karena disitu ada botol minuman Alimah yang berada di depan toko tersebut."nak, itu sepertinya botol minumnya Alimah. Tante yakin banget karena itu persis punya nya Alimah"
Ucapku seraya Menepi kan mobil."kalo gitu coba Kita lihat ke dalem aja tante"

KAMU SEDANG MEMBACA
Indah Pada Waktunya (Alhamdulillah 'ala Kulli Hall)
Teen Fiction"Berubah lah menjadi lebih baik karena Allah bukan karena orang lain atau siapapun" Ini tentang pergaulan bebas di jaman sekarang yang semakin mengkhawatirkan sekali. -Halimah Tussa'diyah Dia seorang wanita yang cantik, baik & pintar, juga mempuny...