Senin,
Selamat pagi senin
wahai pembuka hari
aku masih sendiri,
ketika hari dimana kau memutuskan pergi.
Hingga saat ini,
Aku belum bisa mencari pengganti.
Hari senin adalah hari dimana orang-orang sibuk dengan urusannya, begitu juga denganku. Aku sibuk dengan urusanku yaitu memikirkan tentangmu yang membuatku bertanya-tanya pada diriku;
“aku kenapa?”
“salah aku apa?”
“sehingga dia memutuskan untuk tidak lagi bersama!?”
Aku kecewa pada diriku, tapi aku tak bisa kecewa atas kepergianmu. Menurutku kepergianmu adalah kesalahanku walau aku tak tahu apa kesalahanku, karena kau tak mau memberitahu. Kau pergi tanpa belas kasihan, memutuskan untuk meninggalkan diriku tanpa sebab dan alasan, haha aku terkesan. Semudah itu kau memutus ikatan?, segampang itu kau merobohkan jembatan yang telah kita bangun selama berbulan-bulan?!, kau memang ahli dalam hal melupakan. Jika itu yang kamu inginkan, maka aku akan mempersilahkan.
Penyesalan,
kenapa hari itu aku mempersilahkan?
kenapa hari itu aku mengijinkan dia untuk meninggalkan?
Sialan!
Berbagai cara sudah aku lakukan,
tapi kau tetap tak tergantikan.
