Mereka menuju parkiran motor untuk menemukan motornya.Mereka mencari hingga akhirnya menemukan,mereka mendekat dan mengambil helm yang digantung di sisi samping motor.
Risal memberikan salah satu helm kepada saira dan saira menggunakan tapi saira tidak bisa mengeratkannya sehingga Risal membantunya.
"Apa yah kau lakukan?".ucap saira yang kaget ketika Risal membantu nya.
"Kau ini sudah ku bantu bukan berterima kasih malah seperti itu.sudahlah cepet nanti yang ada keburu malam".ucap Risal yang sudah mulai kesal.
"Yah.kan aku hanya kaget kau langsung membuat ku salting saja."saira tak sengaja mengatakan itu.
"Kau tadi bilang apa?aku tidak dengar."ucap Risal berpura tidak tau.
"Ahh, tidak aku hanya bilang maaf saja kok."saira gugup.
"Hemm yakin?".Risal mulai memancing nya.
"Apa sih sudahlah.aku kita pulang lagi pula ini terlalu jauh kan."mulai memaksa agar Risal tidak mencari tau lagi.
"Yah, baiklah."
Mereka pun langsung menaiki motor dan langsung tancap gas dan mereka pun keluar dari parkiran.
Selama perjalanan suasana terasa hening tidak ada lagi ocehan dari mereka.
Sore pun berganti malam.adzan magrib pun berkumandang.risal pun langsung mempercepat motor dan menuju tempat ibadah yang mereka jumpai.saira kaget karena biasanya cowok itu tidak akan berhenti di tempat seperti itu melainkan tempat makan.
"Turun."ucap risal
"A..apa?" Saira kaget dan gugup.
"Kamu lagi ngga sholat?"ucap Risal mencopot helmnya
"Aku sholat kok,tapi aku sedikit lapar kak."
"Sedikit apa banyak?" Risal tersenyum
"Yah abis ini kita makan kok tenang aja.
"Yah kak eh sal".
"Kamu ini,sudah cepet?".
"Iya".
Mereka pun berjalan menuju tempat ibadah dan mengambil wudhu masing-masing dan sholat masing-masing.
Setelah selesai mereka pun menuju tempat makanan.
"Sa kamu mau makan apa??."ucap Risal setelah sampai di tempat makan.
"Samain aja kak sama yang kakak pesan". ucap saira
"Oke".
Mereka menyantap makanannya setelah selesai mereka langsung membayarnya dan melanjutkan perjalanan pulang.
Sepanjang jalan hanya diam dan tidak berkata.
Begitu macet karena sudah pukul 18:40 malam.akhirnya saira tertidur di pundak Risal dan membuat Risal sigap dan menggambil tangan saira untuk memeluknya.setelah beberapa jam mereka pun sampai di daerah tempat tinggal mereka.
Risal yang tidak tau pastinya alamat saira dia akhirnya memutuskan untuk membangunkannya.
"Sa bangun udh nyampe nih tapi aku nggak tau alamat rumah kamu". ucap Risal seakan-akan tidak tega untuk membangunkannya.
"Ahh apa kak". ucap saira sambil mengucek matanya.
"Yah elah, dimana rumah kamu?biar aku antar sekalian aja".
"Nggak usah sal,aku disini aja nanti aku naik angkot aja lagi pula arah rumah aku kan nggak searah sama kamu? takut ngerepotin nanti.
"Udah nggak usah nolak lagi pula ini udh mau ujan cepetan".
"Yah udh kakak dari sini lurus terus belok, lurus lagi belok yang di gapura kedua teru lurus lagi terus..."
"Udh-udh pusing jadinya ,nanti tunjukin aja nggak perlu di jelasin nanti malah hujan dulu lagi"
Saira hanya tertawa dibelakang.
Akhirnya Risal pun langsung menuju rumah saira.Dia sampai dan langsung pulang karena sudah terlalu malam mana lagi dia blm sholat isya.walaupun saira sudah menawarkan untuk beristirahat dulu tapi dia menolak dan langsung buru-buru pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERASAAN DALAM DIEM
Teen FictionDiem dalam cinta lebih rumit dari rumus MTK,bahkan akan berdampak luka yang mendalam. Gw SAIRA yang menyukai cowok yang aneh dan dia pun suka sama gw, tapi kita sama² tidak pernah mengungkapkan perasaan kita bahkan sampai di antara kita ada yang ter...
