Lama kelamaan kita takkan ingat satu sama lain

163 29 2
                                    

Pagi itu, seorang gadis terlihat terburu-buru masuk ke depan gerbang sekolah yang bertuliskan Kitagawa Daichii.
Rupanya dia bangun kesiangan, akibat bermain game bersama kakaknya dan tidak ingat waktu sama sekali. Seingatnya dirinya tertidur tanpa alas, hanya dengan kain tipis yang menyelimuti di kamar kakaknya. Jangan ditanya bagaimana kakaknya tertidur, tentu saja di atas kasur miliknya, kejam.

Dan beginilah hasilnya, hampir terlambat masuk kelas. Dengan nafas ngos-ngosan, setelah berhasil duduk di kursinya, baru saja bernafas, guru yang bertugas langsung masuk. Kesialan selanjutnya, dirinya melupakan buku pelajaran yang ia hadapi sekarang. Gadis itu merutuk, ingin pulang saja.

****

Bel istirahat berbunyi. Gadis yang sedang memainkan pensil bernafas lega. Akhirnya tanpa membawa buku paket, dia selamat, mungkin sedang beruntung. Tapi ia merasa kepalanya berat, mungkin karena kurang tidur kemarin malam.

Mengingat janji kemarin lusa pada siswa voli, ia mencoba bangkit untuk mencari si tinggi itu. Namun niat hanyalah niatan, pandangannya tiba-tiba menjadi gelap, dan semuanya menghilang.

****

Mengerjapkan mata, menyesuaikannya dengan cahaya. Putih, dan bau obat. Ini ruang kesehatan. Badannya panas, matanya berair, sepertinya ia demam.

Matanya melirik, mencari jam berada. Sudah pukul 5 sore. Ia harus pulang. Mencoba bangun tapi badannya serasa menjadi jelly. Ia harus menghubungi seseorang.

"Adikkuuu~" Gadis itu tersentak kaget, ingin sekali membanting kakaknya dengan sesuatu yang keras.
"Maafkan kakakmu yang tampan ini." Ucap Toru sambil memeluk si adik yang masih jengkel. "Badanmu panas sekali."

Melihat sang kakak masih menggunakan pakaian klub voli, mengingatkannya akan seseorang.

"Klub nya bagaimana?" Ucapnya dengan suara lirih. Tenggorokannya terasa sangat kering.

"Sudah berakhir. Ayo pulang, aku akan menggendongmu." Ucap Toru sambil membelakanginya.
Mendengar ucapan kakaknya, membuatnya agak sedih, kemarin tidak bisa, sekarangpun tidak bisa. Lama-lama bisa lupa.

Tanpa disadari, gadis itu telah menaruh hati pada si lelaki rambut belah tengah.

***

(Kunimi' s POV)

Sekarang waktu istirahat, kenapa aku tiba-tiba terbangun disaat pas seperti ini, pas untuk tidur maksudnya. Sebenarnya Kindaichi sudah mengirimiku pesan, tapi aku terlalu malas.

Kantuk mulai mengahadiriku lagi, waktu istirahat tinggal 5 menit lagi. Namun, suara gaduh diluar mulai mengganggu pendengaranku. Agak penasaran, aku melongok ke jendela di sampingku. Rupanya seseorang yang pingsan, siswi? Terlihat dari rambutnya yang panjang.
Hm, semoga baik baik saja.

Rupanya Kunimi sudah mulai melupakan minuman yang belum sempat ia terima dari gadis manis itu.

End of Lama kelamaan kita takkan ingat satu sama lain

izumi kaori

18.02.20

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 18, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Valentine Edition Haikyuu Story 💕💝Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang