Dua musim, Diciptakan Tuhan dengan sempurna.
Dahulu musim mengalir seperti air, mungkin karena alam masih bersahabat.
Tidak terdengar jutaan rintihan dan keluh kesah.
Ataukah aku saja yang belum lahir, sehingga telinga tidak mendengar dan mata tidak melihat?
Ataukah belum ada kamera yang merekam kisah dulu?
Ah....
Tapi, kini yang ku dengar " Alam Dulu bersahabat dengan manusia".
Di zaman moderen
Rintihan dan keluh kesah semakin terdengar.
Datang musim kemarau yang kering tanpa banjir itu menyenangkan.
Tapi belum tentu juga...
Ketika matahari yang kian semakin panas. Membakar kulit-kukit manusia, menjerit berteriak " Aduh, panas sekali padahal baru jam 9 pagi".
Datang lagi musim hujan.
Itupun menyenangkan, kulit-kulit tidak ada lagi yang melepuh terbakar panas matahari.
Tapi tetap saja ada rintihan dan keluh kesah.
Banjir mengunjungi satu rumah ke rumah yang lain bahkan satu wilayah.
Apakah itu karena Alam lelah bersahabat?
Ataukah manusia yang tidak bersahabat dengan Alam?
Ataukah kesadaran manusia akan Alam mulai luntur dengan Ego?
Ego yang tidak peduli dengan lestarikan Alam?
Ego yang tidak mau tahu dimana tempat sampah?
Jangan salahkan Alam, cobalah untuk melestarikan dan kembali kita bersahabat lagi dengan Alam!.
📅 20 Feb 2020 🕘09.12WIB ✍️ Kriesthy
KAMU SEDANG MEMBACA
Nyanyian Tidur
Science FictionAku ingin Mencintaimu dengan Sederhana. Menyanyikan Lagu dan Menceritakan tentang Masa Kecilku seperti Engkau menceritakan Dongeng tidur sampai ku terlelap.
