Rindu

10 0 0
                                    

Semua orang punya kerinduan masing-masing. Entah kepada sunrise di musim hujan, atau kepada Mamang Sayur yang lagi libur panjang.

Sederhana.

Jika kalian mau tahu rinduku. Ada banyak, salah satunya adalah rindu tak merindukan. Di mana orang-orang yang dicinta berada di sekitar sepanjang jangkauan mata berpendar.

Aku merenung di balkon, menatap burung malam yang terbang. Ada apa dengan mereka, apakah mereka sedang rindu?

Ah, tiba-tiba teringat potret lama, ketika kawan-kawan datang dengan berbagai cerita. Aku menatap potret itu dengan senyum yang merekah. Kalaulah kalian tahu, sebenarnya aku rindu. Tapi apalah daya. Jalan kita telah berbeda.

Orang-orang berhak menjauh sebab tabiat buruk kita. Jangan memaksa mereka untuk tinggal. Biarkan saja pergi. Toh, jika takdir menggariskan lain, orang itu akan kembali sesuai garisan takdir yang telah ditorehkan.

Oh iya. Aku selalu punya pesan kepada Tuhan. Agar besok lusa, aku dipertemukan dengan Bapak di surga. Kasihan aku, bukankah Ibuku dahulu punya suami, tapi mengapa aku tak pernah merasa punya Bapak?

Dahulu kala, aku sering iri kepada kawan-kawan yang digandeng tangannya oleh bapaknya. Ibu mereka lantas menguncirkan rambut anak-anak itu mirip buntut kuda. Sedangkan aku, sibuk memikirkan "Besok makan apa".

Ibuku susah payah mencari sesuap nasi, kadang bergantung kepada tetangga maupun saudara yang berbaik hati.

Ibu, semoga Allah merahmatimu.

Kini di tengah kota, biarkan aku menerjang rindu yang berkelindan menetes layaknya air hujan. Memeras sedikit keringat, untuk kemudian mengais segenggam beras.

Tidak, ini tak sulit. Sebab rasa lelah, rindu, payah. Semua luruh saat aku menyaksikan wajahmu merekahkan senyuman. Menciumi wajahku di semua incinya. Kadang aku merasa banyak terganggu, macam anak kecil saja. Seharusnya, yang menciumku seorang pria. Jangan Ibuku terus.

Hei, Bu. Duduklah manis di rumah. Nikmatilah masa tua. Aku masih muda, biarkan aku berkelana layaknya burung-burung di langit sana. Walau aku tak bisa terbang layaknya mereka, tapi aku mampu mencintai. Sepertinya tidak nyambung, tapi biarlah begitu adanya.

Ngomong-ngomong, inilah sepenggal kisah rindu. Rindu itu baik, tergantung bagaimana caramu meramu rindu.

Jakarta, 25, 02, 20.

WRITE MY STORYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang