Masalahnya kalo sekarang aku menggunakan satu bulan gaji untuk terbang menemuimu. Itu bukan masalah besar, meski itu resikonya sangat besar bagi hidupku. Tapi tahukah kamu? Bahwasannya rapid tes sama dengan tiket pulang-pergi dari Jakarta ke rumahmu?
Ini bukan tentang pengorbanan akan emosi sesaat. Jika aku benar-benar nekat memenuhi egoku untuk menemuimu sekarang. Aku adalah orang paling bodoh sedunia. Aku bisa jadi membawa virus saat menemuimu, aku bisa jadi mati dan meninggalkan tanggung jawabku yang bahkan tidak selesai sekalipun aku mati pada saat keadaan berjihad. Aku meninggalkan ibuku, keluargaku, orang-orang yang menyayangiku bahkan sebelum aku menjadi yang sekarang. Seorang gadis yang indah dipandang.
Jika kau ingin pembuktian, maka sekarang kemampuanku hanyalah doa yang kupanjatkan buat kamu. Jika kau ingin aku berkorban, maka aku akan simpulkan bahwa kau memang tak menginginkanku. Masalah kita sungguh sederhana, komunikasi yang baik dan buat aku mengerti. Sekarang aku jadi berpikir apa benar aku yang kekanakan, atau kamu yang teramat egois. Kamu hanya memikirkan posisimu sendiri tanpa peduli perasaan orang lain.

KAMU SEDANG MEMBACA
WRITE MY STORY
Não FicçãoApa yang ada di dalam sini, adalah sebagian dari potongan di hati. Jangan coba membukanya jika tak ingin meringis mengetahui bagaimana isi hatiku. Oh, atau bahkan kehidupanku.