36. Optimisme Cinta

29 1 0
                                        

Rindu pun menipis perlahan,
Terus terkikis dalam angan,
Sampai tak bisa dikais menjadi kekuatan,
Meraung jiwa menangis karena kelelahan,
Akibat luka yang mengiris penuh perasaan,
Karena virus egois yang menyerang pertahanan,
Terbalut kasih penyembuh otomatis dalam keimanan,
Itulah kesadaran terlukis pada keyakinan,
Pada senyum yang masih menggerimis keadaan,
Kendali kekasih yang berwajah manis di peraduan,
Itulah cinta optimis untuk kebangkitan,
Terjadi untuk melebur bersama perubahan,
Menemukan wujud kerinduan yang menyelamatkan,
Kehidupan yang penuh ujian dalam pengabdian,

DIRINYA CINTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang