Hari yang sial

640 172 214
                                        

AUTHOR POV.

Terlihat seorang gadis yang masih terlelap dalam tidurnya. begitu nyeyaknya ia tidur. Sekarang sudah pukul 6:15 pagi, tapi sang gadis masih belum bangun dari tidur nyeyak nya itu.

1 menit~

5 menit~

kring.. kring.. kring..

Bunyi alarm jam pun berdering.

LESYA POV.

Aku membuka mataku secara perlahan terasa mataku sangat berat untuk dibuka mungkin karna masih ingin tidur tapi aku harus bergegas cepat untuk pergi bekerja.

Oh iya aku belum memperkenalkan diriku, Namaku adalah Lesya Miardan, aku anak yatim piatu. Orang tuaku sudah meninggal saat aku masih duduk di kelas 2 SMA. Saat itu aku baru selesai ulangan semester pertama, aku dan orang tuaku memutuskan untuk pergi piknik untuk hari pertama liburan sekolahku. Dan kejadian yang tak diingankan pun terjadi sehingga menewaskan kedua orang tuaku, kami mengalami kecelakaan saat ingin pulang dari piknik, aku beruntung saat kecelakaan itu aku selamat tapi kedua orang tuaku.. Ah sungguh aku tidak ingin mengingat kejadian itu lagi. Ituu akan membuatku merasa sedih dan  membuatku down.

Atas kejadian itu membuatku sangat terpukul aku jadih lebih sedikit pendiam, dan tidak seceria seperti dulu lagi. Dan sekarang aku sudah berumur 23 tahun aku bekerja sebagai karyawan di perusahaan yang cukup terkenal di Indonesia.

Oh iya soal pekerjaanku, sekarang di perusahaan tempatku bekerja sudah diganti dengan Bos baru. Aku harus cepat bergegas bekerja sebelum dapat amukan dari bos baruku itu.

Aku melihat pantulan diriku di depan cermin. Aku sedikit tersenyum melihat diriku yang sudah rapi ini. oke lesya sempurna, sekarang ayo bekerja.

"Semoga hari ini lancar-lancar saja. tidak ada gangguan ataupun hambatan. Semangat!" Ucapku pelan menyemangati diriku.

Jarak antara kostku da tempatku bekerja cukup dekat, memakan waktu 15 menit atau lebih untuk sampai. aku berjalan kaki saja. aku melihat arlojiku sekarang sudah jam 7:20 pagi. Tumben di jakarta tidak macet-macet amat dan udaranya sangat menyenangkan pagi ini, membuatku bersemangat sekali.

Kantorku sudah mulai terlihat aku bersiap-siap ingin lari menyebrangi jalan. aku sangat bersemangat hari ini
saat hendak ingin menyebrang jalan..

1 langkah

2 langkah

3 langkah

tiba-tiba ada mobil yang melaju begitu cepat dari sisi kananku. aku begitu terkejut sehingga tiba-tiba badanku susah untuk digerakkan. aku menutup kedua mataku.

"kyaaaa.." Teriakku begitu kencang.
aku berfikir hari ini aku akan menyusul kedua orang tuaku di sana.

Tapi kenapa aku tidak merasa kesakitan? dan kenapa terasa sangat hening di sekitarku? aku ingin membuka mataku tapi aku takut untuk membukan nya, sampai..

"Hei.. jangan menghalangi jalanku bodoh" Ucap seseorang.

Aku pun membuka mataku dengan berani menatap orang yang telah mengataiku bodoh.

"Siapa yang kau katai bodoh itu? aku? apa kau gila aku hampir saja tertabrak karenamu." Ucapku dengan penuh emosi.

"Kau mengataiku gila? dasar gadis bodoh sudah jelas-jelas kau yang gila karena berdiri ditengah jalan seperti itu." Ucapnya sambil menatap tajam padaku.

"A-aku.. aku begitu kaget karna tiba-tiba mobilmu melaju begitu cepat. Apa jalan ini punyamu? sehinga dengan seenak jidatmu kau
melaju sesukamu." Ucapku menantang dengan sedikit takut karna tatapan nya yang begitu tajam seolah-olah ingin menusukku.

True LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang