Ini kisah tentang Ravael yang sangat menyayangi bahkan mencintai sahabatnya,Yaradina. Juga tentang Yara yang menyembunyikan lukanya di balik senyum manisnya dan tentang Zeanne yang berusaha mendapatkan hati Ravael.
Mendengar perataan Raihan membuat Leo terdiam. Dalam hati Leo berjanji akan menjaga Yara, dan bersumpah akan membalas mereka yang berani menyakiti Yara.
*** Setelah pulang dari kafe mereka langsung ke sekolah untuk mengambil barang barang mereka. Sesampainya di rumah Leo langsung ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya sembari memikirkan Yara hingga akhirnya dia memasuki alam mimpinya.
Di lain tempat Yara sedang mempersiapkan barang barangnya karena besok dia dan mamanya akan kembali ke Indonesia. Yara sengaja mengatakan pada Leo kalau dia akan kembali bulan depan padahal dia akan ke Indonesia besok untuk memberikan kejutan pada Leo katanya.
*** Jam 5.00 AM Ini masih pagi pagi buta tapi Yara sudah terbangun dari tidurnya, dia sangat semangat hari ini. Yara dan mamanya sengaja bangun lebih awal karena mereka mengambil jalur penerbangan yang akan berangkat jam 07.30 karena jalur rumah mereka ke bandara lumayan jauh. "Yara, sekarang kamu makan ya lalu jangan lupa obatnya di minum, mama simpan di sini makananmu." Ucap mamanya Yara, Nisa. "Siap ma." Jawab Yara dengan semangat. Setelah mereka makan, akhirnya mereka berangkat ke bandara dan tidak lupa memeriksa barang barang mereka hanya untuk memastikan tidak ada yang tertinggal
Bandara Soekarno Hatta. Setelah perjalanan panjang akhirnya mereka tiba di Indonesia. "Ahh welcome to Indonesia untukku sendiri." Ucap Yara dengan keras dan membuatnya jadi pusat perhatian. "Makanya Ra, kalau tidak mau jadi pusat perhatian jangan bersikap begitu, malu sendirikan kamu." Nasehat Nisa pada Yara. Setelah mengambil barang barang mereka, Yara tak lupa berfoto dan akan mempostingnya di story whatsapp setelah sampai di rumah. Beberapa menit kemudian mereka akhirnya mendapatkan taksi dan segera menuju rumah mereka. Di perjalanan Yara bertanya pada mamanya. "Mama, Yara kapan sekolah?" tanyanya. "Hari kamis Ra, jadi kamu punya waktu untuk 2 hari untuk mempersiapkan semuanya." Jawab Nisa. "Aku sekolah di tempat yang sama dengan Ravael kan ma?" tanyanya lagi. Nisa mengangguk, kemudian tersenyum sambil mengusap kepala Yara dengan penuh kasih sayang.
Beberapa jam kemudian... "Haah, akhirnya kita sampai di rumah, kamu jangan lupa istirahat." "Siap mah." Yara akhirnya ke kamarnya dan menyimpan kopernya di sudut kamarnya kemudian berbaring di kasurnya yang nan empuk, setelah beberapa saat akhirnya dia terlelap. Jam 20.00 wib, Nisa membangunkan Yara yang masih tertidur pulas. "Sayang bangun, kamu harus makan terus minum obat habis itu kamu bisa lanjut tidurnya." Ujar Nisa sambil menepuk nepuk pipi anaknya. "Lima menit lagi mah." Jawab Yara dengan mata yang masih tertutup. "Gak, gak ada lima menit lagi, kamu itu harus makan Ra." Balas Nisa. "Mah Yara masih ngantuk." Rengeknya. "Bangun Yara atau kita balik lagi ke Jerman kalau kamu gak bangun sekarang," ujar Nisa yang sukses membuat Yara membuka matanya dengan lebar. " "Sana kamu cuci muka dulu lalu ke bawah ya." Sambung Nisa lagi lalu keluar dari kamar anak satu satunya itu. Setelah mencuci mukanya Yara pun ke bawah tepatnya di meja makan. "Selamat malam mah." Ucap Yara lalu duduk di kursi tepat di samping mamanya. Mereka kemudian makan, tak ada yang berbicara sesekali terdengar dentingan sendok di tempat tersebut. "Mah, aku udah kenyang." "Hm..., jangan lupa minum obat ya." "Siap mah, kalau gitu aku kamarku ya." Ujarnya lalu sedikit berlari menuju kamarnya. "Huh, bosan aku, pengen ketemu Ravael tapi kan udah malam." Ujar Yara setelah meminum obatnya. "Oh iya, kan aku belum posting fotoku tadi." Teriak Yara.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Welcome to Indonesia (Anggap aja di bandara ya readers ku) Setelah memposting fotonya handphonenya terus berbunyi. Sepertinya itu notifikasi Whatsapp. Ia pun membukanya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan. Ternyata Ravael. Ravael baweeel😕❤ Kamu beneran ada di Jakarta? Ra? Yara? Kamu di jakarta? Yara, balas pesan aku. Woi Yara
Iya bener Rav Udah balas nih😛 Kaget ya?
Setelah membalas pesan Ravael, Yara mematikan data selulernya kemudian tidur.
Keesokan harinya... "Yara, bangun sayang ada Leo tuh di bawah." Ujar Nisa. "Suruh pulang aja dia mah, aku masih ngantuk. Atau suruh dia nunggu aku sampai bangun." Balas Yara. "Tapi kamu harus minum obat." "Aku udah minum obat mah." Jawab Yara yang masih memejamkan matanya. Akhirnya Nisa berhenti membangunkan anaknya dan menuju ke ruang tamu. "Maaf nih nak Leo, Yaranya gak bisa di bangunin." "Iya tante, Leo tunggu Yara aja di sini." "Kalau gitu tante ke supermarket duly ya." Ujar Nisa pada sahabat anaknya itu. "Mau aku antar tan?" tanya Leo. "Gak usah nak, kamu di sini aja." Jawab Nisa sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah Nisa pergi, Leo duduk di sofa kemudian menyandarkan kepalanya kemudian memejamkan matanya. Baru beberapa detik dia memejamkan matanya dia kaget dengan suara Yara. "Rav, mama mana?" tanya Yara karena tak melihat mamanya. "Oh itu tante lagi ke supermarket." Jawab Leo "Eh Rav setelah di pikir pikir aku panggil kamu Leo aja ya." "Kenapa?" tanya Leo. "Ya biar sama aja dengan yang lain." Leo terdiam sesaat mendengar jawaban Yara, kemudian menganggukkan kepalanya. "Leo temenin aku besok belanja perlengkapan sekolah ya." Ujar Yara dengan senyum yang lebar. "Apapun untukmu Ra." Jawab Leo dengan semangat.
Hua setelah sekian lama akhirnya aku Up lagi. Jangan lupa VOTE dan KOMEN ya. Maaf kalau pendek dan gak nyambung soalnya aku kurang inspirasi.❤