Suara gemericik air yang turun melebur dalam lumpur
Gerising lenyap tak berdebu.
Hingga akhirnya sebuah waktu.
Yang dulu meringkus hatiku .
Mati terbujur kaku, menyisakan pilu.Suara angin yang mengaum di telinga ku
Seakan menghasutku, untuk menengok debu .
Debu itu sudah,ada sejak berlalu-lalu.
Namun,tak tentu menambun.Seuntai bunga kusebarkan kepada nya.
Menyiraminya Dengan derai air mata.
Melenyapkan ilalang yang bertebaran.
Dan tak lupa dengan menghempaskan
Debu-debu yang mengendap di papan mu.
Aku tau ini semua sudah berlalu.
Namun ,nampak semu bagiku.

KAMU SEDANG MEMBACA
PAMIT
Poetry"sudah ku bilang bukan? itik buruk rupa seperti mu tak pantas menjadi seekor angsa putih yang cantik?" "tapi, bukan nya di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin? bahkan aku baru saja mau memulai nya tapi kenapa kauu.....? " " CK!! SUDAH LAH KENAP...