Terimakasih sudah mampir🤗
💚iGreenU💚
"Evelyn!" Teriaknya saat melihat sosok yang dikhawatirkannya.
Vernand semakin ditambah khawatir saat melihat adanya noda merah dari tangan sampai kaki Evelyn. Dengan cepat Vernand berlari menuju sosok yang saat ini memperhatikan Vernand dengan tatapan tanya. Alisnya mengerut dan semakin dibuat bingung dengan sosok Vernand yang sudah merengkuh tubuhnya, seakan ia dalam keadaan memprihatinkan.
"L-lyn, kamu kenapa lyn?" suaranya gemetar, terselip rasa takut.
"kita kerumah sakit sekarang!" setelah mengucapkan itu Vernand mengambil ancang-ancang untuk mengangkat tubuh Evelyn.
"PLAK!!!"
Vernand terdiam tamparan yang diberikan Evelyn berhasil mengembalikan sedikit demi sedikit kesadarannya.
Kemudian, "Lyn?" yang dipanggil malah memberi tatapan tajam kelewat ganas. "Lyn, lo baik-baik aja?" tanya Vernand memastikan. Saat ini ia sedikit sadar bahwa sosok gadis yang sedari tadi dikhawatirkannya tidak memiliki tanda-tanda seperti orang kehilangan banyak darah.
Evelyn hanya terlihat pucat.
"Pergi dari sini!!"
"Lyn, lo?"
"Pergi!!"
"He-hey, tunggu dulu. Lo gak apa-apa?" tanya Vernand sambil menahan pergelangan tangan Evelyn yang mulai mendorongnya keluar.
Tidaktahukah Evelyn jika Vernand sudah seperti orang gila tadi?.
"KENAPA LO BISA MASUK KESINI HAH?" Evelyn marah.
Selama ini tidak ada satupun yang dibiarkan masuk kedalam area teritorynya. Ini daerah terlarang bagi orang lain selain dirinya. Bahkan kedua orangtuanya.
"i-itu-"
"Jawab gue!!" bentak Evelyn memutus kalimat Vernand.
"Gue khawatir sama lo!!" balas Vernand menyamakan tinggi suaranya dengan Evelyn.
Entah apa yang diucapkannya tapi itulah yang terjadi. Rasa khawatir membawanya hingga masuk kedalam sini. Berhadapan langsung dengan sosok yang menciptakan rasa khawatirnya.
Evelyn terperangah, "a-apa lo bilang?" Evelyn ingin memperjelas.
"Gue khawatir Lyn-"
"sama lo!,"Ucap Vernand selembut mungkin.
Tidak, ini tidak mungkin. Saat ini Evelyn berusaha menahan sesuatu yang bening di pelupuk matanya. Jangan sampai, cukup jantungnya saja yang berdetak tak normal untuk saat ini. Jangan dengan mengeluarkan air mata. Evelyn terduduk dikursi yang sedari pagi menemaninya untuk menyelesaikan lukisan yang sempat terbengkalai.
Beberapa saat yang lalu...
Evelyn dengan seriusnya memadukan warna pada kanvas besar ukuran 1x1,5 m yang di lukisnya. Kali ini dengan pesanan yang datang dari kalifornia, sang pemesan menginginkan lukisan abstrak dengan warna yang harus didominasi merah darah. Kesan yang ingin diambil dari lukisan kali ini adalah sesuatu yang menakutkan. Dan jadilah saat ini Evelyn berurusan dengan cat merah. Sebenarnya ini bukan tempat yang digunakan untuknya melukis. Evelyn melukis di ruang khusus yang tersembunyi di apartemen ini. Hanya saja semalam ia tidak bisa fokus diruang lukisnya karena sangat berantakan. Kepalanya sakit, dia belum benar-benar pulih. Untuk itu ia membawa kanvas lukis terakhirnya ke kamarnya. Semalaman ia berkutat dengan berbagai peralatan lukis yang sudah setia menemaninya sedari dulu.

KAMU SEDANG MEMBACA
BadGirl Be GoodGirl
ChickLit"Memangnya kenapa jika aku berubah?" "Salah?" "Jangan salahkan aku!" "Salahkan mereka yang tak ingin aku hidup." -Evelyn Bramasta "Apa dengan merubah dirimu akan merubah segalanya?" "Tidak ada yang menyalahkanmu" "Biarkan...