Jejak 8 "Aku sakit lagi"

3 0 0
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

...

"Aku sakit lagi"

...

Itulah satu kalimat yang terletak dibagian bawah sepucuk surat yang aku terima minggu lalu.

Nama pengirim dan alamat samasekali tidak ada, surat itu dikirim hanya dengan amplop cokelat dan sebuah perangko lama tahun 1990.

Pertama kali aku berpikir ini pasti ulah orang-orang iseng, tapi aku sadar jika aku tinggal sendirian ditengah area hutan. Area itu masih dibawah pemilik sebuah perusahaan apartemen, karena uangku waktu itu pas-pasan dan aku sedang sangat butuh tempat tinggal maka mereka memberikanku rumah kecil ini. 

Pemilik perusahaan itu menjelaskan jika dulu rumahku ini digunakan sebagai rumah singgah karena disekitarnya mereka menanam banyak pohon acai berry. Setelah mereka bangkrut dengan usaha minuman dari ekstrak berry itu, mereka meninggalkan rumah kecil itu dan beralih ke bisnis yang lebih menghasilkan banyak uang. 

Oke kita kembali ke surat misterius yang masih aku pegang ini, aku kembali membaca dari baris pertama, surat itu ditulis dengan pena bulu dengan tinta hitam, aku bisa tau itu ditulis dengan pena bulu karena aku masih sering menggunakannya untuk membuat lembaran berisi jenis tanaman herbal dan resep obat-obatannya. Saat pertama kali aku menjual beberapa lembaran itu diinternet, banyak orang yang tertarik dengannya. Mereka kebanyakan hanya tertarik dengan keindahan ilustari dan tulisan yang ditulis dengan pena bulu dan tinta, dan lagi aku menggunakan lembaran yang terkesan vintage.

Jadi mereka membelinya hanya untuk dipajang atau dikoleksi, tidak pernah ada yang benar-benar membaca atau menggunakan lembaran itu.

Dibagian pojok kanan atas dari sepucuk surat itu terdapat sebuah simbol, aku sering membaca dan mengetahui banyak simbol tapi yang ini aku baru saja melihatnya. Aku akan memikirkan simbol itu nanti, sekarang aku kembali fokus ke barisan awal surat tersebut.

...

Salam dari lubang putih,

Pilihanmu cukup berani dengan memilih tempat tinggal ditengah-tengah kesunyian.

Mungkin kamu telah melupakannya,

tetapi aku pernah bilang agar kau pergi.

Aku tidak membenci mu, 

ini untuk kebaikanmu.

Apa kau lupa?

Aku,

Aku sakit lagi

...


Surat itu terhenti dengan garis memanjang dibawah tulisan 'Aku sakit lagi' garis itu begitu tebal dan aku rasa siapapun yang menulisnya telah menorehnya begitu dalam.

Aku kembali melihat amplop yang digunakan untuk menyimpan sepucuk surat itu, amplop itu jika dilihat lagi ternyata warna cokelatnya bukan karena kertasnya tetapi amplop itu adalah amplop lama, sebenarnya amplop itu berwarna putih sama seperti suratnya. 

Dan perangko tahun 1990 yang ditempelkan di amplop itu juga asli dari tahun itu.

Apa mungkin surat ini sebenarnya untuk pemilik asli rumah ini dulu, dan karena suatu keadaan maka surat ini baru sampai sekarang. 

Aku ingat jika pemilik yang dulu pernah bilang jika mereka memiliki sebuah ruangan kecil yang sampai sekarang tidak sempat aku buka, ruangan itu terletak dilantai atas. Disana aku hanya menaruh koper dan kardus-kardus yang aku pakai untuk pindah kesini dulu. Dan dipojoknya terdapat sebuah pintu yang selalu dikunci, pemilik itu berkata jika ruangan itu berisi barang-barangnya yang sudah tidak dipakai jadi aku boleh memakai ruangan itu dan bahkan membuang sisa-sisa yang ada didalamnya.

Sejak pindah aku tidak pernah kepikiran untuk membuka nya, karena kebanyakan kegiatanku ada dilantai bawah. Dan aku selalu pergi ke kota setiap pagi hingga siang, jadi rumah itu hanya aku gunakan untuk istirahat. 

Kunci ruangan itu kalau tidak salah ada disekitar jendela dibagian atap, aku perlu meraba-raba bagian berdebu jendela yang tidak pernah aku buka. Kunci itu kecil dan berwarna keperakan dan sedikit karat.

Ternyata pintu itu terbuka cukup mudah, kupikir akan macet dan pintunya akan memunculkan suara derit keras yang menjengkelkan. Aku menghidupkan lampu ruangan itu, sinar temaram lampu itu tidak begitu terang, dengan warna orange nya hanya membuat mata ku sakit. 

Aku melihat ada jendela didalam ruangan itu, agak sulit dibuka pada awalnya. Sinar matahari sore masih bisa untuk menerangi ruangan itu, dan mataku mulai menjelajahi ruangan itu. 

Hanya ada rak buku penuh sarang laba-laba, beberapa kardus berisi toples kaca dengan label gambar acai berry, dan sebuah peti kayu yang menarik perhatianku.

Selain unik, peti itu tidak dikunci. Peti itu terletak diatas meja kecil didekat rak buku, ukuran peti itu sangat kecil, aku membukanya dan menemukan sebuah kertas yang dilipat. Aku mengambilnya dan meletakkan peti itu ke tempat semula. Dengan perlahan aku membuka lipatan kertas itu dan akhirnya aku menemukan selembar kertas usang dengan tinta yang hampir pudar.

Aku melihat simbol itu lagi, simbol yang sama seperti pada surat misterius itu. 

Aku turun ke lantai bawah dan mencocokkan kertas yang aku temukan dipeti dan surat tanpa nama dan alamat itu.

Mereka sama-sama memiliki simbol itu, simbol mirip infinite tetapi terdapat sebuah titik diantaranya. Itu bukan titik, melainkan kepala ular, dan kepala itu seolah memakan ekornya sendiri dan membentuk looping infinite. ∞

Ular yang memakan ekornya sendiri? Sepertinya aku pernah melihatnya, aku mengambil buku jurnal ku dan mulai mencari-cari ular itu. 

Ketemu! Ular itu dinamakan Ouroboros, ular yang mengartikan tentang siklus kehidupan, kematian dan reinkarnasi. Layaknya ouroboros yang tidak akan berhenti memakan ekornya sendiri, kehidupan pun memiliki siklus yang sama, hidup, mati dan reinkarnasi.

Kemudian aku terdiam, aku melihat surat usang yang aku temukan dipeti, lalu surat misterius itu dan aku melihat tulisan tanganku sendiri di jurnal yang aku tulis dengan pena bulu.

Tulisan itu sama.

Kenapa aku bisa melupakan itu semua?

Sekarang aku ingat.

Surat itu bukan misterius, dan aku tau siapa yang mengirimnya.

Dan surat yang aku temukan di peti itu, aku tau apa isinya.


Karena semua itu aku yang menulisnya.

Karena,

Aku sakit lagi.

Aku sakit lagi karena aku tidak bisa mengingatnya.

Eyes of Jane, The Short Compilation of Horror SideTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang