1.Stare

151 38 5
                                    


Aku tahu,kalian pasti mengetahui bagaimana caranya menghargai seorang penulis^^

Happy Reading....

Aku berjalan terburu-buru di koridor sekolah. Mencoba menipiskan waktu supaya aku bisa lebih cepat sampai ke kantin. Aku yakin pasti Somi dan Yujin sudah lama menungguku yang baru saja dari toilet. Namun, ketika aku sibuk melangkahkan kaki sebuah suara yang terdengar falimiliar di telingaku membuat langkahku melambat.

"Gue bilang kerjain, miskin!"

Aku menghentikan langkahku menatap ke jendela kelasku tempat suara itu berasal. Aku mendengus saat tau siapa yang baru saja membentak teman kelasku, Bae Jinyoung.

Aku ingin pergi namun tubuhku menolak. Yang kulakukan hanya menatap empat pemuda yang tengah membentak Bae Jinyoung. Yah, walaupun hanya satu dari mereka yang membentak Jinyoung dari mataku. Dia Hwang Hyunjin, cowok di kelasku yang sering membully orang lemah di sekolahku. Sementara ketiga temannya; Jaemin, Jeno, Mark, hanya menatap interaksi diantara keduanya. Seperti itu adalah sebuah tontonan yang tak boleh mereka lewatkan.

Kulihat Hyunjin melempar bukunya ke meja, yang kuduga adalah PR matematika hari ini ."Heh, miskin? Lo bisa ngomong kagak?" dia sedikit mendorong kepala Jinyoung dengan tak berperikemanusiaan. Aku mengepalkan kedua tanganku mencoba tidak peduli dengan orang lain.

Aku menatap kedepan kembali, menghirup lalu membuang napas dengan perlahan.

"Woy, lo pengen pulang kayak kemarin-kemarin lagi, hm?"

"Kayaknya nih anak gak kapok sama pelajaran kita kemarin," itu suara Jeno yang menyahut.

"Lo mau muka lo lebih parah dari yang kemarin hah?"

Aku menggeleng, menguatkan rasa tak peduliku supaya tidak ikut campur apalagi terkena masalah.

"Choi Zaera,"

Deg

Saat itu juga aku merasa detak jantungku berhenti berdetak. Aku memejamkan mataku lalu membukanya perlahan, dan untuk pertama kalinya aku menyesal telah membuka mataku yang memperlihatkan sosok Hwang Hyunjin. Entah kapan dia bisa berada di depanku sekarang.

Dia menatapku dengan alis terangkat juga kedua tangan yang dimasukkan kedalam sakunya. Yang paling membuatku kesal adalah tatapannya yang seolah-olah sedang memandang manusia rendah.

Dan dia menatapku seperti itu.

"Jadi..., apa aja yang lo denger barusan?"

"Lo mau tau?"

Dia memutar bola matanya malas."Kalau gue tau, gue gak bakalan nanya juga kali sama lo."

Aku mengangguk."Emang kenapa?"

"Kenapa lo malah nanya?"

"Karena gue—"

"Hwang Hyunjin," kalimatku terhenti kala suara dingin tapi menusuk dari belakangku baru saja memanggil pemuda di depanku.

"Apa? tuh anak masih gak mau ngerjain juga?"

"Kita belum selesai ngurusin Bae Jinyoung, jangan nambah masalah baru."

"Ck, si miskin itu diurus sama lo bertiga aja dulu!"

"Itu urusan lo."

"Gue mau ngurus nih anak dulu, Jaemin." sudah kuduga pemilik suara dibelakangku adalah Na Jaemin. Tubuhku sama sekali tak bergerak hanya kedua telingaku yang mendengarkan ucapan mereka.

"Dia gak penting."

Ucapan dari Jaemin sedikit membuatku tersinggung. Apa katanya?aku tidak penting? tapi memang benar bukan bahwa aku memang tidak penting bagi mereka dan mereka bisa segera membebaskanku dari sini.

Na Jaemin||Because of You[HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang